Minggu, 19 Juli 2015

Fanfic IS
Chapter 2 Part 3
Bel jam istirahat pun berbunyi, kelas yang tadinya sibuk belajar dengan agak was-was karena Shinji tadi akhirnya mulai jadi sedikit santai, meskipun sebagian masih ada yang terus memandangi Shinji karena masih penasaran dengan nya. Shinji lalu memutuskan untuk pergi makan siang dikantin.

Ada yang mencoba ingin berkenalan dengan nya, tapi entah mengapa karena raut muka kesal Shinji mereka jadi tidak berani karena takut. Shinji masih tidak mempedulikan mereka yang terus memandanginya, meskipun ia agak tidak suka karena terus dibuntuti.

Sesampainya Shinji di kantin sekolah, ia merogoh kantong celana nya yang agak tebal, didalamnya ternyata ada dompetnya yang dikiranya masih tergeletak ditempat ia memancing hari itu. Shinji tidak peduli bagaimana bisa dompet nya itu berada dikantong celananya, tapi ia menduga pasti Chifuyu-sensei lah yang telah mengambil barang-barang nya disana.

Sambil melihat isi dompetnya karena takut ada yang hilang didalamnya Shinji melihat-lihat menu makan siang yang tertera di hologram-board diatas kepalanya, beruntung di dompetnya ia tidak menemukan sesuatu yang hilang didalamnya. Akhirnya ia memesan nasi kare buat makan siangnya.

“Paman, aku minta nasi kare satu ya!” Shinji memesan nasi kare kepada penjaga kantin disana, kali ini raut wajahnya mulai terlihat agak tenang.

“Ahh, ini silahkan” Dengan ramah penjaga kantin itu memberikan satu piring nasi kare hangat kepada Shinji.

“Berapa semuanya?” Dengan lugu Shinji menanyakan harga nasi kare yang ia dapat. “Ha ha ha ha! Kau tidak perlu membayar nasi kare itu nak! Semua murid disini sudah dapat uang makan sehari-hari untuk setiap jam makan nya!” Sambil tertawa penjaga kantin itu memberitahu Shinji mengenai bayaran makanan nya.

“Ehh? Apa tidak apa-apa anda tidak dibayar untuk ini?” Kaget Shinji mendengar penjelasan penjaga kantin itu.

“Tidak masalah, aku sudar dibayar perbulan untuk ini, itu sudah cukup untuk membayar keperluan istri dan anak ku diluar sana” Jawab santai sambil tersenyum penjaga kantin itu.

“Wah, kalau begitu syukurlah. Kukira disini terlihat lebih buruk daripada penampilan luarnya” Shinji lega mendengar penjelasan penjaga kantin itu lagi sambil memandang sekeliling berjaga-jaga kalau Chifuyu-sensei mencuri dengar omongan nya, tapi untungnya tidak ada.

Shinji pun keluar dari tempat antrian makanan sambil membawa senampan nasi kare hangat, lalu ia mencari meja kosong buat makan. Dilihatnya ujung meja bar panjang didekat jalan keluar dan mesin penjual otomatis, disana kosong dan akhirnya Shinji memilih untuk duduk disana. Tidak ada orang yang mengikuti Shinji, jadi ia sendirian makan dipojokan sampai Ichika datang menghampirinya untuk menemaninya.

“Boleh aku duduk disini?” Tanya Ichika seraya meminta izin Shinji sambil membawa nampan semangkuk nasi, sup miso, dan ikan bakar.

“Ya, silahkan” Jawab Shinji dengan wajah muram. Tepat sebelum Ichika duduk disampingnya Lin Yin datang mencegatnya untuk menjauhi Shinji.

“Ngapain kamu bersama dia? Awas nanti kamu ketularan mesumnya!” Sambil menarik Ichika menjauhi Shinji dengan agak kasar.

“Y-Yah, tapi...” Ragu Ichika apa dia ikut dengan Lin Yin atau menetap dengan Shinji.

“Pergilah” Jawab Shinji dengan dingin. “Lagipula kau juga bukan temanku” Lanjut omongnya kali ini dengan nada agak sakit hati.

Ichika heran dengan sikap perubahan Shinji yang langsung berubah 360 derajat, yang pada awal nya pertama kali bertemu terlihat bersahabat dan santai, kini menjadi dingin dan penyendiri. Apa Shinji segitu tidak suka nya berada disini? Atau karena paksaan Chifuyu-sensei dia jadi begitu? Entahlah kenapa.

Ichika pun terpaksa menjauhi Shinji karena ditarik oleh Lin Yin, meninggalkan Shinji yang memakan nasi kare nya sendirian, tanpa teman. Shinji didalam kesendirian nya memandang sekeliling bila ada yang mendekatinya lagi, tapi tidak ada.

Sampai ketika ia melihat kamera CCTV disalah satu pojok langit-langit Shinji langsung mendapatkan ide untuk melarikan diri. Lalu ia pun mempercepat makan nya dan langsung pergi meninggalkan kantin.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda