Fanfic IS
Chapter 2 Part 6
Mereka langsung pergi ke ruangan penyimpanan IS, menujuk kotak besi mereka masing-masing lalu langsung memakai IS mereka. Ichika dengan Byakushiki putih nya, Houki dengan IS Akatsubaki warna merah dengan senjata twin katana nya, Lin Yin dengan IS Shenlong berwarna merah tua-hitam dengan senjata giant blade nya, Cecilia dengan IS Blue Tears berwarna biru dengan senjata laser sniper rifle nya, Charlotte dengan IS Raphael Revive Costum II berwarna jingga-hitam dan dengan persenjataan assault-type, Laura denga IS Schwarzer Regen berwarna hitam dengan senjata berat nya. Mereka pun langsung terbang meninggalkan gedung mengejar Shinji. Sementara itu Shinji yang sedang terbang berada di selat penghubung pulau akademi dengan daratan diseberangnya dengan tas besar dipunggung nya seraya merasakan kemenangan dalam diri nya karena telah bebas. Tepat saat itu ada sesuatu yang dengan cepat menyusul didepan nya, ternyata itu adalah Ichika dan teman-teman nya yang ingin menghentikan Shinji dan mencegatnya.
“Kenapa kalian ini, ingin menghentikanku? Cih, dibayar berapa kalian oleh guru sialan itu?” Shinji melihat mereka berenam dengan rasa kesal sambil mengatai Chifuyu-sensei.
“Kami tidak dibayar seperser pun olehnya, ini karena kemauan kami sendiri!” Jawab Ichika.
“Sejujurnya, kalau aku hanya karena terpaksa oleh keinginan Ichika dan perintah Chifuyu-sensei saja” Lin Yin memberikan alasan nya sendiri.
“Hah? Kenapa? Kau kesepian bila tidak ada laki-laki lain yang menemani kamu? Padahal kau sudah punya 5 pacar sekaligus disana!” Jawab kesal Shinji sambil memberitahu pembicaraan Ichika yang didengarnya tadi.
“M-Mereka bukan pacar ku! Kami cuma teman biasa!” Dengan agak malu tapi sedikit jengkel Ichika membalas disertai dengan muka kecewa dari ke-lima ‘pacar’nya itu.
“Jadi, kau mendengar pembicaraan ku tadi disana?” Lanjut Ichika sambil bertanya.
“Yah, sedikit” Balas Shinji singkat.
“Selain itu, mumpung aku lagi berbaik hati pada kalian, sebaiknya kalian menyingkir dari jalanku, sebelum aku berubah pikiran” Lanjut Shinji sambil memperingatkan mereka ber-enam.
“Kami tidak akan minggir sebelum membawamu kembali!” Balas Houki pada Shinji.
“Berarti, kalian ingin mencari mati ya?” Shinji bertanya seraya menantang.
“Hmph, berani kau melawan kami? Satu melawan enam? Dengan IS tanpa senjata itu?” Houki dengan berani menerima tantangan Shinji seraya meremehkan nya.
“Aku tidak perlu senjata seperti katana itu atau pun senjata penembak lain nya” Balas Shinji.
“Asalkan aku masih punya tangan dan kaki ini, aku akan menghadapinya!” Shinji langsung terbang dengan cepat ke arah Houki seraya ingin menyerang.
“Kau tidak punya senjata, memang nya kau bisa apa?” Sambil meremehkan nya Houki mengangkat pedang nya dan bersiap menyerang Shinji.
“Sudah kubilang, aku masih punya tangan dan kaki ini!” Balas Shinji dengan kemarahan nya.
Tepat sebelum Houki menebaskan pedang nya, Shinji mengeluarkan pukulan ke arah perut Houki, beruntung karena energy shield nya pukulan Shinji tidak mempan.
“Cih, sial” Kesal Shinji sendirian.
“Sudah kubilang percuma!” Houki langsung melancarkan serangan menebas dari pedang di tangan kanan nya.
Shinji dengan cepat meraih tangan kanan IS Houki seraya menahan serangan nya, lalu dengan cepat merebut paksa pedang Houki ditangan nya dan berhasil diambil.
“Kurang ajar!” Kesal Houki karena senjatanya telah direbut.
Dari belakang Shinji datang Lin Yin dengan pedang besar nya, bersiap untuk menyerang Shinji, tapi ia menyadarinya dengan cepat dan menangkis serangan Lin Yin dengan pedang Houki tanpa memutar balik badan.
“Apa?!” Lin Yin terkejut karena serangan nya berhasil ditahan.
Dengan cepat setelah menangkisnya Shinji melakukan serangan tebasan memutar pada Lin Yin.
“Ugh!” Rintih Lin Yin setelah terkena tebasan Shinji.
“Belum selesai!” Lanjut Shinji. Shinji langsung melakukan serangan tebasan combo cepat ke arah Lin Yin, meskipun Lin Yin bisa menahan serangan Shinji tapi ia tidak kuat untuk menahan nya.
Pedang besar Lin Yin terlepas dari tangan nya setelah berkali-kali diserang oleh Shinji, Energy Shield yang melindungi Lin Yin juga menjadi nol setelah diserang beberapa kali oleh Shinji.
“Serangan terakhir!” Shinji langsung menebas sayap kanan IS Lin Yin, membuatnya jadi tidak seimbang dan terjatuh.
“UAAH!!!” Lin Yin berteriak panik dan hampir terjatuh ke laut sampai akhirnya diselamatkan oleh Ichika.
“Apa-apaan kau itu?” Kesal Ichika pada Shinji sambil menggendong Lin Yin yang kelihatan nya agak malu-malu tapi senang di gendong olehnya.
“Heh, sudah kubilangkan, sebelum aku berubah pikiran sebaiknya kalian menyingkir, beruntung gadis twintail itu tidak kubunuh!” Dengan nada yang kejam Shinji memperingatkan mereka lagi.
Tepat setelah Shinji selesai bicara dari arah kanan nya ada yang menembakinya, beruntung karena Energy Shield IS nya Shinji tidak mengalami luka apa-apa, hanya sedikit tergetar oleh tembakan itu saja.
Dilihat sebelah kanan nya siapa yang menembakinya, ternyata Cecilia pelakunya, masih memegang laser sniper rifle yang mengarah pada Shinji.
“So, you’re the next, lady?” Dengan bahasa inggris seraya meneror Cecilia, Shinji langsung terbang menerjang nya.
“Don’t try it!” Cecilia membalas perkataan Shinji dan langsung mengeluarkan 6 drone dari sayap nya.
Robot drone itu mulai menembaki Shinji, tapi dengan cepat Shinji menyadarinya dan menghindari tembakan itu. Sambil maju dan menghindari tembakan Shinji menghancurkan drone Cecilia.
Cecilia mulai terdesak karena Shinji semakin mendekatinya dan tepat setelah berada dihadapan nya Shinji meraih laser sniper rifle digenggaman Cecilia, ia berencana merebut senjata itu.
Dengan menggengam laras senjatanya dengan tangan kiri dan ketiak nya, Shinji menarik paksa dengan menendang Cecilia mundur dan berhasil merebutnya.
“Uhh, apa?” Kaget Cecilia melihat senjata nya direbut, tepat setelah itu Shinji menembaki balik dengan sniper rifle rampasan nya pada Cecilia.
“Gah, sial” Kesal Cecilia sambil melihat Energy Shield nya yang masih tersisa.
Shinji lalu pergi terbang mundur menjauhi mereka menuju daratan di seberangnya, disusul dengan 4 orang lain nya, Houki, Cecilia, Charlotte dan Laura. Sementara itu Ichika tak bisa berbuat apa-apa karena sedang membawa Lin Yin.
“Ichika! Kau bawa Lin Yin kembali ke akademi cepat!” Houki memberitahu Ichika.
“Baiklah, aku akan segera menyusul nanti!” Jawab Ichika dengan cepat tangap dan terbang kembali ke akademi sambil menggendong Lin Yin.
“Apa kita tidak apa-apa membawa IS diluar akademi?” Charlotte dengan agak ragu-ragu bertanya pada teman nya membawa IS keluar lingkungan akademi.
“Bukankah Chifuyu-sensei sudah bilang, dia telah memberikan kita izin untuk membawa IS ini keluar akademi?” Jawab Laura menjelaskan sambil terbang.
Sementara itu Shinji sambil terbang mundur menjauhi mereka dengan cepat dan bersembunyi di balik bukit.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda