Minggu, 19 Juli 2015

Fanfic IS
chapter 3 part 1

Pagi diasrama siswa, tepatnya dikamar milik Orimura Ichika tinggal sendirian dikamarnya, terlihat sedang tertidur pulas dengan tenangnya.

Sampai akhirnya Shinji datang diam-diam menghampiri Ichika yang masih tertidur dengan pakaian seragam putih bergaris merahnya. Dengan tertawa cekikikan kecil Shinji memasangkan earphone ketelinga Ichika, lalu menyetting volume suaranya hingga maksimum, dan akhirnya Shinji memainkan lagu heavy metal melalui Mini FLAC Player nya.

Kontan saja Ichika langsung kaget mendengar suara lagu heavy metal yang keras itu, saking terkejutnya Ichika sampai berteriak kaget begitu kencang hingga hampir membangunkan penghuni kamar sebelahnya.

Shinji hanya tertawa melihat respon kaget Ichika. Ichika yang akhirnya terbangun dan melihat Shinji yang lagi tertawa berguling-guling langsung memarahinya.

“Apa-apaan kau ini?!” Kesal Ichika karena tidurnya terganggu.

“Hahahah, pagi Ichika” sambil sedikit menahan ketawa Shinji menyapa Ichika.

“Ehh, kenapa kau ada disini?” Tanya Ichika setelah menyadari Shinji ada disitu.

“Mulai malam tadi, aku akan tinggal dikamar ini!” Shinji menjelaskan pada Ichika kenapa dia ada disitu.

“Berarti kau benar-benar masuk ke akademi ini ya?” Dengan penuh harap Ichika bertanya lagi.

“Yap, benar. Mohon bantuan buat kedepan nya ya” Jawab Shinji lalu menunduk hormat pada Ichika.

“Iya, sama-sama” Balas tunduk Ichika dengan sedikit rasa senang dihatinya.

“Dan sebaiknya kau cepat mandi dan pasang bajumu, biar kita bisa dapat sarapan dikantin nanti” Shinji menyuruh Ichika untuk bergegas.

“Tapi ini baru jam setengah enam pagi!”Kaget Ichika setelah melihat jam dinding didekatnya.

“Karena itulah, semakin cepat semakin baik. Ayo cepat mandi sana!” Paksa Shinji sambil mendorong paksa Ichika ke kamar mandi.

Selesai Ichika mandi mereka langsung keluar dari kamarnya, jam menunjukan sudah pukul enam pagi. Terlihat dijendela koridor asrama mereka langit masih terlihat agak gelap dan sekitar koridor masih sepi, kemungkinan karena murid-murid yang lain masih belum bangun. Selagi mereka berjalan menuju kantin Ichika bertanya-tanya kepada Shinji kenapa ia tiba-tiba ingin masuk ke IS Academy.

“Jadi, kenapa kau tiba-tiba langsung ingin masuk kesini?” Tanya Ichika pada Shinji.

“Hmm, kenapa ya?” Sambil bingung sendiri Shinji memikirkan nya. “Mungkin karena aku ingin seperti ‘dia’ ” Jawab lanjut Shinji.

“Dia?” Bingung Ichika siapa yang dimaksud dengan ‘dia’ .

“White Knight” Jawab Shinji lagi. “Kau tahukan bagaimana ceritanya Infinite Stratos itu menyelamatkan Jepang dari serangan militer massal dunia?” Tanya Shinji lagi.

“Ya, aku masih ingat itu ceritanya dari Onee-san. Orang pertama yang menaiki IS saat itu, menyelamatkan Jepang dari serangan misil yang datang dari seluruh markas militer dunia, sendirian” Seraya Ichika mengingat cerita dari kakaknya.

“Karena itulah, aku akan berusaha jadi seperti dia, melindungi dan menyelamatkan orang-orang! Yah, mungkin terlihat seperti impian anak kecil, tapi aku akan berusaha mewujudkan hal itu!” Dengan agak malu-malu Shinji mengutarakan perasaan nya.

“Maksudmu jadi seperti super hero begitu?” Tanya Ichika lagi yang masih bingung dengan maksud Shinji.

“Bukan nya karena aku ingin jadi super hero, tapi karena aku ingin melihat orang lain bahagia” Jawab Shinji dengan agak serius kali ini.

“Walaupun aku belum pernah melihat secara langsung peristiwa itu, tapi aku bisa membayangkan ketakutan penduduk Jepang saat itu” Lanjut Shinji seraya membayangkan serangan itu.

“Tapi pada akhirnya, ‘white knight’ datang, menyelamatkan jutaan penduduk Jepang dan akhirnya orang-orang itu menangis bahagia karena telah terselamatkan. Selain itu, dia juga tidak meminta apa-apa dari penduduk Jepang atas perbuatan nya, meskipun pemerintah dunia lain nya merasakan bahwa dia adalah ancaman dunia” Lanjut Shinji lagi seraya mulai mengakhiri pembicaraan nya.

“Karena itulah, aku akan melindungi kebahagiaan orang lain, meskipun harus rela menderita, tanpa meminta imbalan apa-apa asalkan mereka bisa bahagia!” Tutur tegas Shinji bersumpah pada dirinya.

Ichika terkesan mendengar pendirian Shinji yang cukup besar.


mungkin cerita ini bakal delay lama lagi mengingat banyak urusan yang belum terselesaikan
kaistern - 23/07/2011 02:07 PM
#64

Quote:
Original Posted By NathanPrime
maaf kalo lama sekali kk, soalnya kesibukan selama ini menganggu aktivitas menulisku selama ini :sorry

Spoiler for chapter 3 part 1

Pagi diasrama siswa, tepatnya dikamar milik Orimura Ichika tinggal sendirian dikamarnya, terlihat sedang tertidur pulas dengan tenangnya.

Sampai akhirnya Shinji datang diam-diam menghampiri Ichika yang masih tertidur dengan pakaian seragam putih bergaris merahnya. Dengan tertawa cekikikan kecil Shinji memasangkan earphone ketelinga Ichika, lalu menyetting volume suaranya hingga maksimum, dan akhirnya Shinji memainkan lagu heavy metal melalui Mini FLAC Player nya.

Kontan saja Ichika langsung kaget mendengar suara lagu heavy metal yang keras itu, saking terkejutnya Ichika sampai berteriak kaget begitu kencang hingga hampir membangunkan penghuni kamar sebelahnya.

Shinji hanya tertawa melihat respon kaget Ichika. Ichika yang akhirnya terbangun dan melihat Shinji yang lagi tertawa berguling-guling langsung memarahinya.

“Apa-apaan kau ini?!” Kesal Ichika karena tidurnya terganggu.

“Hahahah, pagi Ichika” sambil sedikit menahan ketawa Shinji menyapa Ichika.

“Ehh, kenapa kau ada disini?” Tanya Ichika setelah menyadari Shinji ada disitu.

“Mulai malam tadi, aku akan tinggal dikamar ini!” Shinji menjelaskan pada Ichika kenapa dia ada disitu.

“Berarti kau benar-benar masuk ke akademi ini ya?” Dengan penuh harap Ichika bertanya lagi.

“Yap, benar. Mohon bantuan buat kedepan nya ya” Jawab Shinji lalu menunduk hormat pada Ichika.

“Iya, sama-sama” Balas tunduk Ichika dengan sedikit rasa senang dihatinya.

“Dan sebaiknya kau cepat mandi dan pasang bajumu, biar kita bisa dapat sarapan dikantin nanti” Shinji menyuruh Ichika untuk bergegas.

“Tapi ini baru jam setengah enam pagi!”Kaget Ichika setelah melihat jam dinding didekatnya.

“Karena itulah, semakin cepat semakin baik. Ayo cepat mandi sana!” Paksa Shinji sambil mendorong paksa Ichika ke kamar mandi.

Selesai Ichika mandi mereka langsung keluar dari kamarnya, jam menunjukan sudah pukul enam pagi. Terlihat dijendela koridor asrama mereka langit masih terlihat agak gelap dan sekitar koridor masih sepi, kemungkinan karena murid-murid yang lain masih belum bangun. Selagi mereka berjalan menuju kantin Ichika bertanya-tanya kepada Shinji kenapa ia tiba-tiba ingin masuk ke IS Academy.

“Jadi, kenapa kau tiba-tiba langsung ingin masuk kesini?” Tanya Ichika pada Shinji.

“Hmm, kenapa ya?” Sambil bingung sendiri Shinji memikirkan nya. “Mungkin karena aku ingin seperti ‘dia’ ” Jawab lanjut Shinji.

“Dia?” Bingung Ichika siapa yang dimaksud dengan ‘dia’ .

“White Knight” Jawab Shinji lagi. “Kau tahukan bagaimana ceritanya Infinite Stratos itu menyelamatkan Jepang dari serangan militer massal dunia?” Tanya Shinji lagi.

“Ya, aku masih ingat itu ceritanya dari Onee-san. Orang pertama yang menaiki IS saat itu, menyelamatkan Jepang dari serangan misil yang datang dari seluruh markas militer dunia, sendirian” Seraya Ichika mengingat cerita dari kakaknya.

“Karena itulah, aku akan berusaha jadi seperti dia, melindungi dan menyelamatkan orang-orang! Yah, mungkin terlihat seperti impian anak kecil, tapi aku akan berusaha mewujudkan hal itu!” Dengan agak malu-malu Shinji mengutarakan perasaan nya.

“Maksudmu jadi seperti super hero begitu?” Tanya Ichika lagi yang masih bingung dengan maksud Shinji.

“Bukan nya karena aku ingin jadi super hero, tapi karena aku ingin melihat orang lain bahagia” Jawab Shinji dengan agak serius kali ini.

“Walaupun aku belum pernah melihat secara langsung peristiwa itu, tapi aku bisa membayangkan ketakutan penduduk Jepang saat itu” Lanjut Shinji seraya membayangkan serangan itu.

“Tapi pada akhirnya, ‘white knight’ datang, menyelamatkan jutaan penduduk Jepang dan akhirnya orang-orang itu menangis bahagia karena telah terselamatkan. Selain itu, dia juga tidak meminta apa-apa dari penduduk Jepang atas perbuatan nya, meskipun pemerintah dunia lain nya merasakan bahwa dia adalah ancaman dunia” Lanjut Shinji lagi seraya mulai mengakhiri pembicaraan nya.

“Karena itulah, aku akan melindungi kebahagiaan orang lain, meskipun harus rela menderita, tanpa meminta imbalan apa-apa asalkan mereka bisa bahagia!” Tutur tegas Shinji bersumpah pada dirinya.

Ichika terkesan mendengar pendirian Shinji yang cukup besar.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda