Minggu, 19 Juli 2015

Fanfic IS
Chapter 3 part 2
Setibanya dikantin, disana masih sepi, yang ada hanya koki dan penjaga kantin didapurnya. Tanpa memakan waktu lama Shinji dan Ichika memesan sarapan pagi mereka, roti bakar isi keju ditengahnya dengan segelas susu hangat.
“Rasanya terlalu sepi ya?” Heran Ichika melihat sekeliling meja kantin yang masih kosong.

“Tentu saja, inikan masih agak pagi” Jawab Shinji santai sambil memakan rotinya.

Tak lama setelah itu murid-murid lain nya mulai berdatangan, sebagian ada yang masih mengantuk dan sebagian nya lagi ada yang memegang perutnya karena kelaparan. Diantara murid-murid yang datang itu Houki berjalan menemui Ichika dan Shinji sambil membawa roti bakar isi cokelat.

“Tumben kau cepat bangun Ichika?” Heran Houki bertanya pada Ichika sambil duduk didekatnya.

“Terima kasih karena dia” Ichika menunjuk Shinji yang duduk didepan nya sedang memakan rotinya dengan lahap.

“Pagi, gadis ponytail” Shinji menyapa Houki dengan mulut penuh dengan roti.

“Namaku bukan ‘ponytail’, tapi Shinonono Houki!” Kesal Houki seraya mengoreksi namanya.

“Ahh, maaf kalau begitu, Houki-chan” Shinji meminta maaf sambil mengangguk tanda maaf. Houki jadi agak malu-malu karena dipanggil –chan oleh Shinji dan langsung merubah topik pembicaraan nya.

“Tapi, aku tidak menyangka ternyata kau bakal masuk di akademi ini!” Houki merasa tidak senang melihatnya walaupun dengan nada agak malu-malu.

“Ya, aku sudah memutuskan untuk melanjutkan sekolahku disini” Jawab santai Shinji. “Selain itu, karena kebetulan kamu ada disini, berarti saatnya aku harus membayar hutangku” Lanjut Shinji lagi.

“Membayar hutang?” Bingung Ichika dan Houki.

Shinji langsung mengambil note dari saku celananya dan membacakan catatan hutangnya. “Gadis pony- Bukan, Houki-chan, 36 buah kesemek masak dan pedang katana. Lalu Ichika, sebotol minuman isotonik” Shinji membeberkan semua hutangnya pada mereka, meskipun Houki dan Ichika merasa aneh mendengarkan nya.

“Oi oi, sejak kapan kau mencatat semua itu?” Bingung Houki pada Shinji.

“Yah, ini buat mengingatkanku saja, dengan siapa aku bersalah” Jawab Santai Shinji. “Sekarang, apa yang kalian inginkan?” Lanjut Shinji sekaligus bertanya pada mereka berdua.

“Heh?” Bingung Houki lagi mendengar maksudnya.

“Sebagai ganti rugi atas kesalahanku, aku siap untuk menuruti keinginan kalian!” Jawab tegas Shinji menjelaskan maksudnya. “Yah, asal masih dibatas wajar saja permintaan nya” Shinji menambahkan.

“Apa saja ya, hm…” Houki memikirkan apa yang ingin dilakukan pada Shinji.

“Hei, kau serius mau melakukan nya?” Tanya ragu Ichika mengenai perjanjian Shinji.

“Tentu saja! Ini adalah sumpah laki-laki ku selama aku hidup dan akan terus kupegang itu!” Jawab Shinji dengan semangat membara.

“Kalau begitu, aku minta 10 juta Yen!” Houki memutuskan keinginan nya seraya ingin mengerjai Shinji.

“Punya rekening bank?” Tanya Shinji seraya mengeluarkan kartu kredit dari dompetnya.

“Mustahil?! Kau punya 10 juta Yen?!” Houki terkejut melihat ekpresi Shinji yang begitu tenang saja menerima permintaan nya.

“Yah, semenjak aku membuat tabungan dari kelas 1 SD aku sering memenangkan banyak hadiah dari bank” Jawab Shinji santai.

“Bukan dari mencurikan?” Ragu Houki mendengar alasan Shinji.

“Tentu saja tidak! Kalau kau tidak percaya lihat saja buku tabunganku hasil uang halal!” Shinji membantah kecurigaan Houki.

Merasa permintaan nya terlalu gampang Houki lalu mengganti permintaan nya. “Baiklah, yang lain saja kalau begitu. Apa kau bisa bermain kendo?” Seraya mengganti permintaan Houki menanyai Shinji.

“Yah, sedikit” Jawab Shinji agak meragukan dirinya.

“Kalau begitu, permintaanku nanti adalah, membawamu untuk ikut latihan kendo bersamaku! Sepulang sekolah nanti!” Dengan tegas Houki memutuskan dengan matang permintaan nya.

“Baiklah! Latihan kendo, sepulang sekolah nanti! Aku setuju!” Semangat Shinji setuju menerimanya. “Lalu, kau sendiri mau apa Ichika?” Tanya Shinji pada Ichika langsung yang tidak ada ngomong apa-apa tadi.

“Yah, aku belum memikirkan apa-apa dulu mau berbuat apa” Ragu Ichika menjawab.

“Kalau begitu, pikirkan saja dulu matang-matang. Aku siap kapan saja waktunya!” Respon Shinji dengan semangat.

Setelah mereka selesai makan dan membuat perjanjian, Shinji, Ichika dan Houki keluar dari kantin sekolah menuju kelas mereka.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda