Minggu, 19 Juli 2015

Fanfic IS
chapter 3 part 3
Berjalan dikoridor kelas nampak ada sebagian siswa perempuan sedang membicarakan sesuatu dengan kelompok mereka masing-masing diluar kelasnya. Entah itu gosip biasa atau masalah pelajaran. Sambil menuju kekelasnya Shinji membaca daftar hutangnya ditemani dengan Ichika dan Houki.

"Gadis twintail, kerusakan pada IS dan…" Shinji membaca daftarnya tapi terpotong oleh omongan Ichika.

"Gadis twintail yang kau maksud itu namanya Huang Lin Yin" Ichika mengoreksi nama Lin Yin.

"Namanya Lin Yin ya? Kalau begitu ganti!" Seraya Shinji baru mengetahui namanya lalu mengganti daftar nama di buku hutangnya.

"Gadis Inggris itu…" Lanjut baca Shinji tapi kali ini terpotong oleh omongan Houki. "Dia namanya Cecilia Alcott" Houki ikut mengoreksi namanya.

"Cecilia ya…" Shinji kembali mengganti daftar namanya.

"Lalu, gadis pirang dengan ponytail pendek dan gadis berambut panjang dengan…" Shinji lanjut baca lagi tapi kali ini dipotong oleh Ichika dan Houki bersama-sama.

"Namanya Charlotte dan Laura" Jawab mereka bersamaan.

"Hehe, maaf. Aku belum tahu nama mereka soalnya" Malu Shinji pada Ichika dan Houki sambil mengganti nama dicatatan nya lagi.

Selagi Shinji membaca catatan nya akhirnya mereka tiba diruangan kelas 2-1, ruang kelas mereka. Didalam terlihat ada sebagian murid yang duduk ngobrol santai dengan teman nya dan ada juga yang membaca buku. Diantara para siswi itu Lin Yin sedang terlihat duduk melamun dikursinya. Shinji langsung menemuinya untuk melunasi hutangnya.

"Hei, Rin-chan" Shinji menyahut Lin Yin dengan asal sambil berjalan menemuinya.

"Apa urusanmu disini, orang mesum?" Lin Yin terlihat masih tidak senang bertemu dengan nya lagi. "Selain itu, darimana kau tahu nama panggilan kecilku?" Dengan agak kesal Lin Yin bertanya lagi.

"Ehh? Rin-chan itu nama panggilanmu ya?" Tanya Shinji balik dengan polos sekaligus tidak mempedulikan lagi panggilan 'mesum' nya.

"Lupakanlah. Mau apa kau disini sebenarnya? Mau melanjutkan masalah hari itu?" Seraya tidak mempedulikan permasalahan sebelumnya Lin Yin bertanya lagi dengan wajah tampak bosan.

"Sebenarnya, aku kesini ingin minta maaf padamu" Sambil menunduk maaf Shinji menjelaskan maksudnya.

"Minta maaf buat apa?" Heran Lin Yin mendengar maksud Shinji.

"Yah, karena hari itu aku sudah merusak IS mu. Jadi... Aku harus bertanggung jawab untuk itu" Shinji menjelaskan alasan nya. "Jadi, apa permintaanmu?" Lanjut tanya Shinji dengan siap.

"Hah?" Bingung Lin Yin mendengar maksud Shinji.

"Sebagai ganti rugi karena telah merusak IS mu, aku siap untuk menuruti apa permintaanmu! Karena ini jalan laki-laki ku! Asal dibatas kewajaran saja permintaan nya" Tegas Shinji menyerukan sumpahnya pada Lin Yin.

Berpikir sejenak Lin Yin memikirkan apa permintaan nya sekaligus dapat mengerjai Shinji untuk balas dendam.

"Kau bisa memasak?" Tanya Lin Yin pada Shinji.

"Yah, sedikit" Jawab Shinji ragu dengan dirinya sendiri.

"Kalau begitu, kau tidak keberatan bila aku memintamu untuk memasak?" Tanya Lin Yin lagi dengan senyum agak licik.

"Apapun itu asal bisa membuatmu senang!" Jawab tegas Shinji.

"Sesulit apapun masakan nya?" Tanya Lin Yin lagi dengan agak ragu.

"Aku usahakan sebisa mungkin!" Yakin Shinji menerimanya.

"Baiklah, kalau begitu nanti siang kau buatkan aku makan siang Dim Sum, mengerti?" Lin Yin membuat permintaan nya pada Shinji.

"Tapi aku tidak bisa membuat Dim Sum" Bingung Shinji sambil menggaruk kepalanya.

"Harus bisa! Kau bilang akan lakukan apapun kan? Kalau tidak permintaan nya kubuat lebih berat nanti!" Paksa Lin Yin pada Shinji.

"Baiklah, meski kelihatan agak mustahil bagiku, aku akan berusaha sebisa mungkin asal kau senang!" Tutur tegas Shinji pada dirinya sendiri.

"Jangan sampai masakan nya gagal dan harus tanpa bantuan orang lain membuatnya!" Lin Yin langsung memperingatkan Shinji.

"Pasti!" Shinji meyakinkan dirinya berhasil.

"Ini, didalamnya ada cara memasak Dim Sum kau pelajari itu sampai jam makan siang nanti" Seraya Lin Yin memberikan bantuan kecil pada Shinji berupa buku resep masakan Cina.

Meski permintaan Lin Yin agak berat, menyuruh Shinji untuk memasak, Shinji tidak mengeluh sama sekali ataupun merasa tidak senang, karena dia telah memegang teguh pendirian nya itu.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda