Fanfic IS
chapter 3 part 4
Bel masuk kelaspun berbunyi, semua murid yang ada diluar kelas tadinya langsung masuk kedalam dan duduk ditempatnya. Shinji melihat Cecilia, Charlotte dan Laura langsung masuk ke kelas, dia bermaksud ingin meminta maaf pada mereka, tapi tidak sempat karena Yamada-sensei sudah masuk lebih dulu. Lama Shinji menunggu jam istirahat untuk menuntaskan janjinya pada Lin Yin, dia menghabiskan waktunya dengan membaca buku masak tentang masakan Cina yang ia pinjam dari Lin Yin dan tersamar oleh buku pelajaran IS nya. Tidak ada yang menyadari apa yang dibaca Shinji karena semua terlihat serius untuk mengikuti pelajaran, terkecuali Shinji dengan buku masaknya. Selesai Shinji memahami cara memasaknya ia menutup bukunya dan melihat jam dinding kelas, masih lama lagi untuk menunggu waktu jam istirahat. Shinji akhirnya berniat untuk mengikuti pelajaran, meskipun ia tidak tahu harus memulai dari mana karena tidak memperhatikan pelajaran dari awal. Mendengar penjelasan Yamada-sensei dari kursinya sepertinya saat ini mereka sedang belajar Biologi. Untungnya tidak ada yang memperhatikan Shinji tadi karena ia salah menunjukan buku. Merasa suntuk dengan pelajaran nya Shinji akhirnya memutuskan untuk lanjut meminta maafnya.
Disobek kecil kertas buku kosongnya Shinji menulis sesuatu dikertas itu lalu dibulatkan dan melemparnya pada Cecilia tepat kena dikepalanya dengan pelan. Cecilia langsung memandang kebelakang mencari pelakunya siapa yang melemparkan kertas itu padanya. Dilihatnya Shinji sedang memperagakan sesuatu padanya seperti kata sandi gerak, menyuruhnya untuk membuka kertas yang ia lempar tadi. Cecilia dengan agak kesal karena diganggu tadi langsung membuka kertasnya, terlihat tulisan Shinji dikertas itu yang bertuliskan "Aku minta maaf" padanya.
Cecilia langsung merobek kecil kertas dibukunya dan menulis sesuatu juga disitu lalu melempar balas pesan Shinji tadi. Shinji menerima pesan dari Cecilia yang bertuliskan "Minta maaf kenapa?" dan langsung membalasnya dengan cepat.
Cecilia menerima kembali pesan dari Shinji, kali ini agak panjang isinya. "Aku minta maaf karena hari itu aku sudah membuat masalah padamu. Karena itu, sebagai ganti ruginya aku siap untuk mengikuti semua perintahmu. Note: asal masih dalam batas kewajaran saja" Isi tulisan pesan itu dari Shinji.
Lama agak berpikir Cecilia lalu kembali mengirimkan pesan ke Shinji seraya menyudahi 'perang lempar kertas' nya. Shinji membaca pesan dari Cecilia yang bertuliskan "Kita lanjutkan pembicaraan ini sepulang sekolah nanti saja dan jangan lempari aku dengan kertas lagi!"
Merasa sudah memahami situasinya Shinji langsung menghentikan lempar pesan nya, sampai akhirnya ia kaget ketika namanya dipanggil oleh Yamada-sensei, meminta penjelasan mengenai pelajaran biologi nya.
"Sanada, apa kau mengerti apa yang sensei maksud?" Tanya Yamada-sensei dengan halus.
"Ahh... iya. Tentang seleksi alam dan bioma nya kan?" Jawab asal Shinji dengan agak panik.
"Yap, benar. Syukurlah kukira kau tidak memperhatikan pelajaran tadi" Lega Yamada-sensei mendengarnya sambil tersenyum. Sementara Shinji hanya bisa menghela nafas lega karena jawaban asalnya benar.
Lama akhirnya menunggu akhirnya bel istirahat berbunyi. Shinji langsung menyiapkan kuda-kudanya untuk keluar dari kelas setelah hormat perpisahan. Tepat setelah Yamada-sensei keluar kelas Shinji langsung memerintahkan Lin Yin untuk menunggu di kantin.
"Tunggu dikantin dulu, aku akan segera membuatnya!" Sahut Shinji pada Lin Yin dan langsung berlari keluar kelas dengan cepat menuju kantin.
Dengan cepat Shinji langsung berlari kekantin dan bertanya pada penjaga kantin untuk meminjam perlengkapan dapurnya.
"Paman, boleh aku pakai dapurnya sebentar?" Tanya Shinji kepada penjaga kantin itu sambil mengambil nafas karena habis berlari.
"Yah, boleh saja. Tapi buat apa?" Tanya penjaga kantin itu mengizinkan seraya penasaran kenapa.
"Ada janji yang harus kupenuhi" Jawab Shinji langsung.
"Kalau begitu, kesini" Seraya penjaga kantin itu langsung membukakan pintu dapur untuknya.
Didalam agak cukup ramai dan panas, keributan dari para juru masak yang sedang membuat makan siang dan panas dari oven dan kompor. Shinji langsung memasangkan celemek dan topi koki didekat gantungan pakaian disebelahnya.
"Baiklah, saatnya memasak!" Semangat Shinji dengan serius.
Sementara itu Lin Yin sedang menunggu masakan Shinji disalah satu meja kantin, dengan perasaan tidak sabaran menantinya. Tak lama akhirnya pintu dapur terbuka, terlihat Shinji dengan seragam akademi ditambah dengan celemek dan topi koki nya sedang memegang keranjang bambu berisi Dim Sum didalamnya bergaya seakan dia adalah koki profesional.
"Siapa yang ada memesan Dim Sum tadi?" Tanya santai Shinji sambil memandang sekelilingnya mencari Lin Yin. Tepat saat Shinji melihat Lin Yin ia langsung mendekatinya dan menjamu tuan putri selayaknya seorang butler.
"Silahkan dinikmati" Seraya Shinji menuduk hormat memberikan Dim Sum itu kepada Lin Yin.
"C-Cepat sekali?" Kaget Lin Yin melihat kerja Shinji yang begitu cepat. Sejenak Lin Yin memikirkan bagaimana bisa Shinji membuat Dim Sum dengan begitu cepat tapi langsung tidak dipedulikan nya. Curiga bila terlihat gagal Lin Yin langsung membuka keranjang bambu itu dan ternyata isinya memang menu Dim Sum lengkap didalamnya.
"Apa kau minta bantuan kepada koki didalam tadi?" Curiga Lin Yin pada Shinji.
"Tentu saja tidak! Aku membuatnya sendiri kok!" Shinji membela dirinya dengan alasan yang sangat jelas.
"Kalau begitu, kau coba makan ini!" Lin Yin masih meragukan makanan nya dan menyuruh Shinji untuk memakan nya. Shinji dengan santai mengambil sumpit didekatnya dan dimakan nya bagian pangsit didalamnya.
"Hmm… Ini enak kok" Jawab santai Shinji sambil memakan pangsit Dim Sum nya.
"Itu baru pangsit nya, coba siomay ini" Masih tidak yakin Lin Yin menyuruh Shinji mengetes siomay nya.
"Ini juga enak" Jawab Shinji lagi sambil memakan nya. Setelah beberapa kali mencoba makanan yang berbeda dari Dim Sum nya, bukan nya merasa percaya Lin Yin malah makin tidak percaya.
"Jangan-jangan yang kau makan itu yang tidak ada racun nya!" Marah Lin Yin kepada Shinji.
"Kau tidak percaya padaku? Kalau begitu aku buktikan makanan ini aman!" Shinji dengan kesal langsung memakan semua Dim Sum itu untuk membuktikan dirinya.
"Lihat? Apa aku terlihat sakit sekarang?" Tanya Shinji membuktikan dirinya setelah memakan Dim Sum nya.
"Ya, tapi kau memakan semuanya" Dengan tatapan kesal Lin Yin melihat keranjang Dim Sum yang sudah kosong dimakan Shinji semua.
"AHH! MAAF! SEGERA KUBUATKAN LAGI!" Kaget Shinji setelah sadar telah memakan semua Dim Sum nya dan langsung pergi kedapur kantin lagi.
Belum sempat Shinji selesai memasaknya bel masuk kelas berbunyi. Kontan saja semua murid langsung cepat-cepat lari ke kelasnya dan sebagian menghabiskan makanan nya yang masih tersisa.
"Ahh sial! Aku tidak jadi makan siang sekarang! Setidaknya dia tidak ada dikelas nanti" Kesal Lin Yin campur senyum licik mendengar bel masuk dan langsung pergi dari kantin.
"Maaf menunggu lama!" Shinji yang tidak menyadari Lin Yin sudah pergi dan suara bel masuk keluar dari dapur kantin sambil membawa Dim Sum dan melihat isi kantin yang sudah kosong.
"Heh? Kemana yang lain nya?" Bingung Shinji sendirian melihat kantin nya sudah kosong.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda