Minggu, 19 Juli 2015

Fanfic IS
chapter 3 part 5
Tersadar bel masuk sudah berbunyi Shinji berlari dengan cepat menuju kelasnya. Koridor sudah kosong karena semua murid sedang belajar, yang tersisa hanya suara langkah lari dari sepatu Shinji. Dari koridor lain disebelah kirinya terlihat gadis berambut pirang ponytail pendek dengan mata berwarna violet juga sedang berlari mendekatinya, itu Charlotte.

"Telat juga ya?" Tanya Shinji pada Charlotte sambil berlari.

"Iya, aku terlalu lama berada di kamar kecil!" Jawab Charlotte sambil berlari juga.

Shinji sempat membayangkan apa yang dilakukan gadis Perancis itu dikamar kecil, tapi hanya sejenak ketika mereka sudah tiba diruang kelas 2-1.

"Maaf aku terlambat!" Jawab Shinji dan Charlotte bersamaan ketika pintu otomatis kelas mereka terbuka. Didalamnya ada Chifuyu-sensei yang lagi mengajar didepan kelas mereka.

"Maaf Sanada, Dunois. Kalian terlambat. Harap tunggu diluar kelas sampai pelajaran selesai nanti" Chifuyu-sensei tidak mengizinkan Shinji dan Charlotte masuk karena terlambat seraya memberikan hukuman pada mereka.

Shinji dan Charlotte hanya pasrah saja menerima hukuman itu dan berdiri diluar kelas. Tidak ada siapapun dikoridor luar kelas saat itu, terkecuali hanya Shinji dan Charlotte yang sedang menjalani hukuman nya. Mengingat janjinya dan dengan siapa yang didekatnya Shinji langsung meminta maaf pada Charlotte.

"Aku minta maaf" Sambil berdiri Shinji meminta maaf pada Charlotte.

"Minta maaf kenapa?" Tanya Charlotte halus.

"Karena aku sudah merusak IS mu hari itu" Jawab Shinji dengan agak serius.

"Tidak perlu khawatir soal itu. Para ahli mekanis bisa memperbaikinya kok" Balas Charlotte dengan tersenyum.

"Yah tapi… Aku merasa harus bertanggung jawab untuk itu" Balas Shinji balik dengan agak ragu memikirkan cara meminta maafnya. Sejenak ketika terdiam sebentar Charlotte langsung meminta tolong pada Shinji.

"Ehh… Apa aku bisa minta tolong padamu?" Tanya Charlotte agak malu pada Shinji.

"Apa itu? Bilang saja apa yang kau inginkan" Jawab Shinji melihat kesempatan nya untuk meminta maaf.

"Apa… Kau tinggal sekamar dengan Ichika?" Tanya Charlotte lagi semakin malu-malu pada Shinji.

"Iya. Memangnya kenapa?" Tanya Shinji balik sambil mengaruk kepalanya seraya bingung apa yang di inginkan oleh Charlotte.

"Aku…" Dengan muka merah padam suara Charlotte tidak kedengaran oleh Shinji.

"Apa? Aku tidak dengar" Shinji membalas seraya menempelkan tangan ke telinga supaya bisa mendengar dengan jelas. Charlotte langsung mendekatkan mulutnya ketelinga Shinji membisikan sesuatu takut bila obrolan nya didengar orang, walaupun disitu hanya ada mereka berdua.

"Aku ingin kau memata-matai Ichika" Bisik pelan Charlotte malu-malu ditelinga Shinji.

"Meh? Buat apa?" Tanya Shinji dengan wajah kelihatan seperti orang tolol. 2 detik kemudian Shinji langsung mengerti maksud Charlotte.

"Ah! Aku menger-" Sebelum menyelesaikan kata-katanya setelah sadar Charlotte langsung menyumbat mulut Shinji dengan tangan nya.

"Tolong jangan bilang siapa-siapa mengenai hal ini!" Charlotte memohon kepada Shinji. Dengan pelan Shinji membuka bungkaman mulutnya dari tangan Charlotte seraya ingin berbicara lagi.

"Aku mengerti kok maksudmu" Angguk Shinji pada Charlotte. "Dari ekspresi wajahmu saja sudah menunjukan pada hal itu" Jawab jelas Shinji sambil tersenyum santai.

"Kamu... Berjanji untuk tidak mengatakan ini pada semua orang?" Tanya Charlotte seraya ingin memohon.

"Ya, aku janji. Karena ini jalan laki-laki ku! Pria sejati harus tetap memegang janjinya pada seseorang!" Jawab Shinji dengan tegas dan serius.

"Terima kasih banyak. Maaf bila merepotkanmu" Balas Charlotte sambil menunduk terima kasih sekaligus maaf sambil tersenyum senang. Shinji terpana sebentar ketika melihat senyum Charlotte, sampai akhirnya ia tersadar dengan maksud meminta maaf nya.

"Y-Yah, anggap saja ini sebagai ganti rugi karena telah merusak IS mu" Jawab Shinji malu-malu sambil menggaruk kepalanya meskipun tidak gatal.

Charlotte hanya tertawa kecil melihat ekspresi Shinji sedangkan ia sendiri hanya bisa menghembus nafas lega karena telah menuntaskan misi minta maafnya. Shinji langsung mengubah perhatian nya dengan merogoh kantong celananya dan mengambil beberapa buah permen karet rasa cola lemon. Seraya membuka bungkus dan memakan nya Shinji menawarkan permen karet nya kepada Charlotte.

"Mau?" Tawar Shinji pada Charlotte sambil mengunyah permen karetnya.

"Ehh… Tidak apa-apa?" Dengan agak ragu Charlotte menerimanya.

"Jangan khawatir, sewaktu aku masih SD saat aku terlambat masuk sekolah aku menghabiskan waktuku dengan makan permen karet!" Jawab santai Shinji dengan muka agak usil. Charlotte pun akhirnya menerima permen karet pemberian Shinji setelah mendengar perkataan nya sekaligus percaya padanya.

Sudah berbagai hal yang dilakukan Shinji agar bisa mengusir kebosanan nya selama masa hukuman nya bersama Charlotte. Dimulai dari makan permen karet, main suit gunting-batu-kertas, hingga main game handheld console punya Shinji. Hebatnya lagi perilaku mereka tidak terdeteksi oleh Chifuyu-sensei yang memperhatikan dari luar kaca jendela ruangan kelas. Hingga tak terasa akhirnya bel pulang berbunyi, Shinji langsung mengantongi game handheld console nya supaya tidak ketahuan oleh Chifuyu-sensei tepat setelah pintu kelas terbuka.

"Kuat juga kau bisa berdiri disitu" Heran Chifuyu-sensei pada Shinji.

"Yah… Mungkin ini kekuatan dari alam liar selama 3 tahun" Jawab asal Shinji berbohong.

"Sebenarnya kami-" Charlotte dengan polosnya ingin berbicara jujur tapi tepat saat itu Shinji menyikutnya dengan pelan seraya memperingatkan 'jangan memberitahu dia'.

"Terserahlah. Yang pasti kalian nanti minta salian PR kalian nanti sama teman sekamar kalian. Itu saja dan kalian boleh pergi" Seraya tidak peduli dengan omongan mereka Chifuyu-sensei menyuruhnya untuk pergi.

Shinji dan Charlotte lalu masuk kedalam kelas meninggalkan Chifuyu-sensei yang keluar dari kelas juga untuk mengambil tas mereka. Shinji dan Charlotte hanya bisa tertawa kecil melihat respon Chifuyu-sensei yang tak menyadari apa yang mereka lakukan tadi. Setelah Shinji mengambil tas dari mejanya dilihatnya Cecilia masih duduk menunggu memandanginya. Shinji jadi teringat dengan janjinya saat jam pelajaran pertama dengan Cecilia.

"Kau duluan saja dulu" Shinji memandangi Charlotte seraya memintanya untuk pergi.

"Aku mengerti. Berusahalah Shinji-kun" Charlotte mengangguk mengerti dan keluar dari kelas. Shinji merasa agak aneh ketika dipanggil Charlotte dengan panggilan 'Shinji-kun' lalu kembali memandangi Cecilia dan mendatanginya.

"Maaf membuatmu lama menunggu" Shinji mengangguk minta maaf pada Cecilia.

"Tidak apa. Kau tepat waktu kok" Jawab Cecilia dingin.

"Jadi… Apa permintaanmu?" Tanya Shinji langsung pada Cecilia sambil memandangi langit siang menjelang diluar jendela kelas.

"Ini… Permintaan pribadiku, jadi…" Muka Cecilia langsung menjadi merah malu-malu bicara dengan Shinji dan langsung mendekatkan mulutnya ketelinga Shinji seraya membisikan sesuatu.

"Aku ingin kau memata-matai Ichika" Bisik Cecilia ditelinga Shinji. Merasa pernah mendengar permintaan yang sama tidak perlu waktu lama bagi Shinji untuk memahami maksudnya.

"Aku mengerti" Angguk Shinji langsung setelah mendengarnya.

"Heh? Benarkah?" Seraya hampir tidak percaya Shinji mengerti permintaan nya Cecilia bertanya untuk meyakinkan dirinya.

"Ya aku tahu kok! Kamu suka deng-" Dengan lantang dan santai Shinji memberitahukan nya tapi tepat sebelum selesai bicara langsung dibungkam oleh Cecilia.

"Baiklah aku percaya! Tapi kumohon jangan diberitahu siapa-siapa!" Cecilia malu-malu langsung menutup mulut Shinji seraya memohon.

"Jangan khawatir! Aku bisa pegang janji itu!" Seraya Shinji membuka mulutnya ia menepuk dada memegang janjinya.

"Kau janji?" Cecilia masih agak tidak percaya menanyai Shinji.

"Aku jamin! Kalau tidak aku akan menjadi budakmu seumur hidup! Kau bisa pegang janji itu!" Dengan tegas Shinji menjaminkan janjinya.

"Baiklah, aku pegang janji itu! Awas nanti kalau tidak!" Cecilia menunjuk pada Shinji menerima janji itu dengan muka serius dan langsung pergi keluar dari kelas.

Shinji tersadar Cecilia memiliki permintaan yang sama dengan Charlotte, itu membuat Shinji bingung apa yang harus dilakukan nya. Lagipula Shinji juga sudah berjanji untuk tidak memberitahukan permintaan rahasia mereka kepada orang lain.

"Aku harus bagaimana ya?" Bingung Shinji sendirian sambil menempelkan jari telunjuk dikepalanya seraya berpikir. "Mungkin kalau aku tidak bilang semua baik-baik saja" Pikir Shinji santai seraya tidak mempedulikan nya lagi dan pergi keluar kelas.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda