Fanfic IS
chapter 3 part 6
Shinji keluar kelas tidak langsung menuju kamar asramanya. Shinji pergi menuju kantin sekolah. Disana terlihat sepi, entah karena semua murid terlalu sibuk dengan urusan nya masing-masing atau karena tidak lapar Shinji tidak begitu memperhatikan nya. Shinji berdiri didepan mesin penjual minuman otomatis dan memasukan uang koin 100 Yen buat membeli minuman kaleng soda rasa cola. Tepat sebelum Shinji membuka minuman nya ia melihat Lin Yin sedang duduk terdiam memandangi jendela disalah satu meja kantin. Tanpa pikir panjang Shinji langsung masuk kedalam dapur kantin dan membuka lemari penghangat, didalamnya ada Dim Sum yang ia buat saat jam istirahat dan mengambilnya. Keluar dari dapur kantin dengan membawa Dim Sum Shinji langsung memberikan nya kepada Lin Yin.
"Ini, makanlah. Kau pasti laparkan?" Shinji memberikan Dim Sum nya kepada Lin Yin.
"Kenapa kau ada disini?" Kesal Lin Yin terasa terganggu oleh Shinji.
"Aku hanya melakukan tugasku, itu saja" Jawab Shinji dengan agak serius.
"Selain itu, aku tidak suka bila ada orang yang membuang-buang makanan nya" Shinji menambahkan seraya menasehati Lin Yin.
"Kenapa harus sampai segitunya kau melayani aku?" Tanya Lin Yin dengan agak kesal.
"Aku bisa melihatnya dari perilakumu sekarang" Jawab Shinji lalu duduk dikursi sebelah dekat meja Lin Yin. "Kau belum makan dari tadi siangkan? Aku bisa melihat kau saat ini sedang lemas dan lapar sekarang" Shinji menambahkan penjelasan nya.
Lin Yin langsung memalingkan wajahnya melihat Shinji, mukanya memang terlihat agak murung. Shinji langsung membuka keranjang Dim Sum seraya melayani Lin Yin. Tanpa waktu lama Lin Yin langsung memakan Dim Sum nya perlahan dimulai dari bagian bakpao nya.
"Ini⦠Enak!" Lin Yin memakan bakpao nya dengan sangat menikmatinya.
"Heh? Benarkah?" Shinji hampir tidak percaya mendengar penilaian masakan nya.
"Iya! Rasanya tidak seperti orang amatiran yang buat!" Lin Yin memakan semua Dim Sum nya dengan lahap sambil memberikan komentar tentang masakan nya. Tak lama Lin Yin sudah menghabiskan semua Dim Sum itu, Shinji langsung memberikan minuman kaleng teh dingin. Sambil menenangkan diri minum teh Lin Yin meminta maaf pada Shinji.
"Maafkan aku" Lin Yin menunduk minta maaf pada Shinji.
"Minta maaf kenapa?" Tanya Shinji dengan bingung.
"Karena aku... Sudah mengerjaimu tadi" Jawab Lin Yin dengan rasa agak bersalah.
"Jangan khawatir soal itu! Aku akan tetap meme-" Jawab balik Shinji dengan santai tapi disela omongan Lin Yin.
"Bukan karena itu!" Lin Yin langsung memotong omongan Shinji.
"Aku... Pada awalnya berencana ingin mengerjaimu, tapi..." Lanjut Lin Yin dengan rasa menyesal. Shinji memperhatikan omongan Lin Yin dengan serius, tepat sebelum selesai bicara Shinji menghentikan nya sambil memegang kepala Lin Yin.
"Aku mengerti kok" Jawab Shinji tersenyum senang. Lin Yin jadi malu ketika kepala nya dipegang oleh Shinji dengan halus.
"Aku sudah mendengar dari Ichika, kau rela hampir mati karena menolong orang ya pada hari itu?" Tanya Lin Yin dengan agak malu-malu.
"Bagiku, tidak ada yang lebih penting daripada kebahagiaan orang lain. Kalau orang lain bahagia, aku juga akan senang" Jawab Shinji serius sambil tersenyum. Lin Yin jadi terkesan mendengar perkataan nya. Shinji langsung berdiri dari kursinya sambil mengelus kepala Lin Yin seraya pamit pergi. Lin Yin merasa malu campur senang menerimanya.
"Tunggu dulu!" Lin Yin berdiri memanggil Shinji yang belum jauh keluar dari kantin.
"Ada apa?" Tanya Shinji tanpa membalikan badan nya.
"Apa aku bisa minta tolong lagi?" Tanya Lin Yin balik dengan malu-malu.
"Apapun itu asal bisa membuatmu senang. Aku turuti" Jawab Shinji sambil balik badan menghadap Lin Yin.
"Apa... Kau mau membantuku memata-matai Ichika?" Tanya Lin Yin dari kejauhan. Shinji terdiam sejenak menyadari Lin Yin adalah orang ketiga yang meminta permohonan yang sama.
"Untuk apa?" Shinji bertanya seraya berharap permintaan nya lain dari Charlotte dan Cecilia.
"Bukan urusanmu! Apapun yang dilakukan Ichika sekecil apapun besok dilaporkan padaku dan jangan beritahu hal ini pada orang lain!" Kesal Lin Yin dari jauh sambil malu.
Shinji sudah menduga bakal ada yang minta tolong seperti ini lagi. Yang bisa Shinji lakukan hanyalah menuruti permintaan nya, tidak peduli asal dapat membuat Lin Yin senang.
"Baiklah! Aku siap melaksanakan nya!" Shinji berjanji sambil mengancungkan jari jempol kanan nya tanda siap.
"Baiklah, aku pergi dulu. Aku ada janji dengan seseorang" Shinji langsung pamit keluar kantin dengan Lin Yin seraya mengingat janjinya dengan Houki berlatih kendo tadi pagi. Selagi berjalan menuju dojo kendo Shinji pusing memikirkan permintaan 3 orang tadi.
"3 orang memohon permintaan yang sama..." Pikir Shinji sambil berjalan dan lipat tangan. "Memangnya apa yang special dari Ichika itu?" Tambah bingung Shinji lagi.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda