Fanfic IS
chapter 3 part 8
Shinji ditemani dengan cahaya senja yang masih terang terus berjalan dengan santai melupakan khayalan aneh sebelumnya menikmati suasana senja saat itu hingga ia sampai didepan gedung asramanya. Gedung itu terkesan futuristik berwarna cokelat mengkilap karena terkena sinar senja dengan tinggi 5 lantai. Tepat sebelum Shinji masuk kedalamnya ia melihat seorang siswi dengan rambut perak dan menggunakan penutup mata dimata kirinya diam berdiri seperti sedang menunggu, dia adalah Laura Bodewig. Shinji yang menyadari kesalahan sebelumnya langsung mengambil kesempatan berduanya untuk minta maaf pada Laura. Tapi tepat sebelum Shinji mulai bicara Laura lebih dulu langsung memberikan sebuah pudding cokelat padanya.
"Kau mau?" Tanya Laura pada Shinji.
"Ahh... Makasih. Tapi kenapa?" Dengan agak malu Shinji menerima pudding itu sekaligus bertanya mengapa Laura memberikan pudding itu padanya.
"Karena aku ingin minta tolong sesuatu padamu" Jawab Laura dengan tenang. Mereka berdua langsung duduk dikursi taman dekat gedung asrama mereka dan kembali membicarakan permasalahan mereka masing-masing.
"Sebelumnya... Aku ingin minta maaf dulu padamu" Setelah duduk Shinji meminta maaf dengan Laura dengan agak malu.
"Minta maaf kenapa?" Tanya Laura bingung mendengar maksud Shinji.
"Yah... Karena hari itu aku sudah merusak IS mu" Jawab Shinji dengan polos.
"Tidak perlu khawatir soal itu, IS akan diperbaiki dengan sendirinya setelah dalam keadaan closed form" Jawab balik Laura dengan jelas dan dingin. "Malah, aku merasa kagum ketika kau mengalahkan aku waktu itu" Lanjut Laura memuji Shinji.
"Meeh? Kagum kenapa?" Tanya Shinji dengan bingung dan lugu.
"Karena kau sudah mengalahkan aku hanya dengan menggunakan IS biasa" Jawab Laura menjelaskan nya seraya mengingat ketika Shinji melemparkan pedang kearahnya.
"Heh? Memangnya faktor kemenangan itu ditentukan dari seberapa canggihnya senjata yang dimiliki orang itu ya?" Shinji tambah bingung memikirkan kemenangan nya hari itu sambil memakan pudding cokelat yang diberikan Laura padanya.
"Karena itulah, hari itu kau telah membuktikan nya padaku. Seberapa canggihnya senjata yang kau miliki tidak akan bisa mengalahkan orang dengan persenjataan yang lemah tapi memiliki kemampuan yang hebat" Laura memuji Shinji lagi.
"Hehe... Jadi malu mendengarnya. Ngomong-ngomong tadi kau ingin minta tolong apa?" Balas Shinji malu-malu lalu mengganti pembahasan nya.
"Begini... Sebenarnya aku ingin minta tolong padamu untuk memata-matai Ichika. Apa kau bisa bantu?" Laura langsung menjelaskan permintaan nya.
Shinji menyadari sudah lima orang hari ini yang meminta permohonan yang sama padanya, tapi karena terpaksa akan sumpahnya Shinji harus memenuhi permintaan nya.
"B-Buat apa kalau aku boleh tahu?" Tanya Shinji dengan ragu berharap Laura memiliki tujuan yang lain.
"A-Aku hanya ingin mengumpulkan data-data rahasia mengenai semua murid yang ada disini, itu saja!" Jawab Laura dengan agak panik dan malu-malu. Shinji menyadari perkataan Laura hanyalah untuk menutupi maksud sebenarnya. "Kenapa? Apa permintaan nya terlalu sulit?" Tanya Laura dengan agak ragu.
"Ehh! Tidak! Tidak ada masalah! Aku bisa kok!" Jawab Shinji kaget mendengarnya dan terpaksa menuruti permintaan nya.
"Baguslah. Oh, dan jangan sampai hal ini diketahui oleh orang lain!" Lega Laura mendengarnya seraya memperingatkan Shinji mengenai misinya.
"Siap!" Dengan tangan keatas tanda hormat sambil duduk dan mulut penuh dengan pudding Shinji menyangupi permintaan Laura.
"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Besok aku akan menemuimu lagi untuk menerima laporan nya" Laura langsung berdiri pamit dan pergi meninggalkan Shinji yang masih duduk seraya menyuruhnya lagi untuk tindakan selanjutnya. Setelah Laura menghilang dari pandangan memasuki asrama Shinji akhirnya menghela nafas lega dan membuka nota catatan nya lagi menulis permintaan Laura sekaligus melihat catatan permintaan ke empat orang lain nya.
"Dengan begini lengkap lima orang yang selalu bersama Ichika" Gumam Shinji sendirian. "Sial, beruntung sekali dia didekati oleh banyak perempuan!" Dengan rasa agak iri membayangkan Ichika yang dikelilingi oleh kelima perempuan itu Shinji langsung bangkit berdiri dari kursi taman yang ia duduki dan langsung melanjutkan perjalanan nya kembali kekamarnya.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda