Fanfic IS
Chapter 3 part 9
Shinji memasuki gedung asrama dan langsung menaiki lift menuju lantai 5 tempat dimana kamarnya tinggal. Sampai dilantai 5 Shinji melanjutkan lagi jalan nya hingga ia berhenti dipintu kamar nomor 565, Kamar tempat Shinji dan Ichika tinggal. Terlihat jelas ditulisan papan penghuninya tertera nama Shinji Sanada dan Ichika Orimura disamping pintunya. Shinji mencoba untuk menarik tuas pintunya mengecek bila Ichika belum pulang atau pintunya masih terkunci, tapi ternyata pintunya bisa terbuka dan terlihat Ichika yang sedang duduk ditempat tidurnya berserta kereta dorong yang sangat besar berisi beberapa kotak kardus.
"Aku pulang" Sahut Shinji pada Ichika.
"Selamat datang" Balas Ichika langsung.
"Ehh... kotak apa ini?" Tanya Shinji langsung mengalihkan perhatian nya melihat kereta dorong itu.
"Ah iya! Tadi Yamada-sensei ada datang kesini membawa kereta dorong ini. Katanya barang-barang ini untukmu" Jawab Ichika.
"Benarkah?" Shinji langsung senang sekaligus penasaran melihatnya.
"Coba saja kau buka" Balas Ichika yang juga ikut penasaran. Shinji memulainya dengan mengambil kotak besar yang besar memanjang.
"Hmm... Dugaanku ini pasti TV LCD slim 50 inch!" Shinji mencoba menebak isi kotak berwarna polos cokelat itu sambil menguncang-guncangkan nya. Setelah itu Ichika dan Shinji membuka sama-sama kotak itu dan ternyata dugaan Shinji benar isi nya adalah TV 50 inch.
"Wow keren! Dengan begini kita bisa nonton TV dengan kualitas terbaik!" Senang Shinji melihat TV barunya. Shinji melanjutkan mengambil kotak yang lain, kali ini berukuran sedang dan Shinji kembali mengguncangkan kotak itu lagi.
"Hmm... Kira-kira ini pasti game console!" Shinji kembali menebak isi kotaknya. Shinji langsung membuka kotak itu dan tebakan nya benar lagi, isinya adalah game console.
"Sempurna! Kalau tidak ada acara TV yang seru kita bisa main game bersama-sama!" Tambah senang Shinji melihatnya.
"Tapi... Siapa yang mengirimkan nya ya?" Tanya Ichika yang justru penasaran dengan sang pengirim.
"Mungkin ada surat atau sesuatu didalam sini?" Shinji yang penasaran siapa yang mengirimkan barang untuknya langsung mengobrak-abrik kereta dorong itu mencari petunjuk. Shinji melihat didasar kereta itu ada sepucuk surat didalamnya. Tanpa pikir panjang Shinji langsung membuka surat itu dan membacanya.
Quote:
Kepada anak ku, Shinji.
Ibu sudah mendengar kabarmu dari tempat penelitian bahwa kau sekarang bersekolah di IS Academy. APA? IS ACADEMY! Aku tak menyangka anak laki-laki ku satu-satunya ternyata masuk kesekolah yang ada banyak gadisnya?
Tapi... Ibu bukan nya bermaksud tidak senang dengan hal ini atau menyuruhmu untuk keluar dari tempat itu. Ibu sendiri juga tidak percaya bahwa kau menjadi salah satu sekian laki-laki didunia ini yang bisa mengendalikan Infinite Stratos, sama seperti pemuda yang bernama Orimura Ichika diberita itu. Mungkin kau berteman dengan nya sekarang?
Ibu hanya bisa mengucapkan selamat karena kau sudah kembali bersekolah lagi. Ibu berpikir apa kau sudah menemukan jawaban hidupmu disana? Atau kau masih ingin mencarinya ditempat itu?
Sebagai ucapan selamat ibu mengirimkan beberapa barang kesukaanmu dari rumah dan sebagian ibu belikan baru untukmu. Semoga kau senang melihatnya.
Salam sayang dari ibumu,
Miyuki Sanada
N.P : Semoga kau juga menemukan pasangan hidupmu untuk kedepan nya disana ^_^
Ibu sudah mendengar kabarmu dari tempat penelitian bahwa kau sekarang bersekolah di IS Academy. APA? IS ACADEMY! Aku tak menyangka anak laki-laki ku satu-satunya ternyata masuk kesekolah yang ada banyak gadisnya?
Tapi... Ibu bukan nya bermaksud tidak senang dengan hal ini atau menyuruhmu untuk keluar dari tempat itu. Ibu sendiri juga tidak percaya bahwa kau menjadi salah satu sekian laki-laki didunia ini yang bisa mengendalikan Infinite Stratos, sama seperti pemuda yang bernama Orimura Ichika diberita itu. Mungkin kau berteman dengan nya sekarang?
Ibu hanya bisa mengucapkan selamat karena kau sudah kembali bersekolah lagi. Ibu berpikir apa kau sudah menemukan jawaban hidupmu disana? Atau kau masih ingin mencarinya ditempat itu?
Sebagai ucapan selamat ibu mengirimkan beberapa barang kesukaanmu dari rumah dan sebagian ibu belikan baru untukmu. Semoga kau senang melihatnya.
Salam sayang dari ibumu,
Miyuki Sanada
N.P : Semoga kau juga menemukan pasangan hidupmu untuk kedepan nya disana ^_^
"Semoga kau juga menemukan pasangan hidupmu untuk kedepan nya disana, ini memang tipikal ibuku" Selesai Shinji membacakan surat itu seraya malu membaca bagian akhirnya.
"Aku jadi penasaran seperti apa keluargamu itu?" Tanya Ichika penasaran.
"Mereka semua selalu sibuk, ibuku bekerja dikantor penelitian obat-obatan. Sedangkan ayahku bekerja sebagai pilot" Jawab Shinji datar sambil melanjutkan mengguncangkan kotak yang terlihat kecil seukuran lengan.
"Ini apa ya?" Kali ini Shinji tidak bisa menembak isi kotak itu. Shinji langsung menyobek kertas pembungkus kotak itu, tepat sebelum Shinji ingin membuka kotak itu terlihat kartu ucapan terjatuh setelah ia merobek kertas pembungkusnya.
"Apa ini?" Shinji yang bingung melihatnya langsung mengambil kartu itu dan membacanya.
Quote:
Untuk anak ku yang selama 16 tahun ini belum pernah satupun kukirimkan hadiah ulang tahun kepadamu.
Dari
Ayah
Dari
Ayah
"Ayah..." Shinji mengakhiri membaca surat itu dengan nada sedih.
"A-Ada apa?" Tanya Ichika dengan agak cemas melihat ekspresi Shinji.
"Tidak apa. Aku hanya sedang membayangkan seperti apa ayahku sekarang" Jawab Shinji dengan sedih.
"Kau... Ada masalah dengan nya dulu?" Tanya Ichika lagi.
"Tidak, aku hanya belum pernah melihat wajahnya saja seumur hidupku ini. Mungkin dia terlalu sibuk dengan pekerjaan nya sehingga belum sempat menemuiku" Jawab Shinji lagi sambil mengelengkan kepalanya.
"Maaf sudah membuatmu bicara sampai sejauh ini" Ichika menyesal minta maaf karena sudah mendengarkan permasalahan Shinji.
"Yak! Kira-kira seperti apa ya hadiah dari ayahku?" Shinji tidak mempedulikan permintaan maaf Ichika dan langsung kembali bersemangat karena penasaran hadiah dari ayahnya. Membuka kotak kecil tadi, terlihat seperti sebuah sarung tangan yang tergabung dengan suatu benda electronik aneh seperti gabungan antara jam tangan dan PDA dibagian pergelangan tangan nya berwarna merah.
"Ini... Jam tangan ya?" Shinji bingung melihat benda itu. Shinji langsung memasangkan benda itu ketangan kirinya, seketika saja benda itu langsung menyala dan menampilkan sesuatu cahaya seperti peta hologram 3 dimensi pada layarnya, terlihat dari gambar hologram itu seperti peta disekitar pulau akademi itu lengkap dengan dimana posisi Shinji berada sekarang.
"Wow! Keren! Ini device peta navigasi 3 dimensi!" Kaget Shinji sekaligus senang sambil memainkan peta hologramnya dengan memutari dengan tangan kanan nya. Shinji langsung mengutak-atik device itu hingga ia melihat suatu tombol touchscreen yang aneh.
"Called IS?" Bingung Shinji membacanya dan tanpa pikir panjang langsung menekan tombol itu.
Sekejap saja dihadapan Shinji muncul bola cahaya merah yang semakin lama semakin membentuk sesuatu. Terlihat seperti baju tempur bersayap seperti sayap naga dan berwarna merah api dengan bagian helmnya terlihat mirip seperti naga bertanduk tiga berlapis emas, itu adalah Infinite Stratos. Ichika juga langsung terkejut melihat IS itu.
"Ayah... INI HADIAH TERBAIK SEPANJANG HIDUPKU!" Teriak senang Shinji melihat IS itu.
"T-Tapi... Itu IS punya siapa?" Tanya Ichika dengan ragu.
"Tentu saja ini punyaku! Ayahku yang membelikan nya untuk ku!" Jawab santai Shinji yang masih senang.
"Memangnya IS bisa dijual bebas ya?" Ichika jadi semakin ragu melihatnya.
"Meeh? Memangnya harga IS itu satunya berapa?" Shinji malah tanya balik pada Ichika.
"Ehh... Entahlah berapa harganya?" Ichika menjawabnya dengan agak bingung bagaimana ia harus mesti menjawabnya.
"Baiklah! Kenapa tidak dicoba saja dulu barang mewah ini?" Shinji yang masih bersemangat langsung mendekati IS itu dan memasangnya. Otomatis bagian tangan dan kakinya langsung terpasang dibadan nya ditambah lagi dengan bagian armor badan dan helm yang menutupi penuh, jarang sekali ada IS yang terlihat full-armor seperti itu.
"SISTEM COMPLETED. ANALIZEING PILOT. SHINJI SANADA, COMFIRMED" Terdengar suara A.I dari IS Shinji.
"Siapa kau?" Dengan tololnya Shinji menanyai A.I itu dengan suara yang tersamar seperti suara mesin karena terpasang helm.
"NAMAKU DEVIL, SINGKATAN DARI DIGITAL EVELOPMENT VIRTUAL INTELEGENCE. AKU DISINI BERPERAN SEBAGAI PEMANDUMU, TUAN SANADA" Jawab A.I yang terlihat cukup cerdas untuk sebuah komputer yang bernama DEVIL.
"Boleh aku panggil kau D saja?" Tanya Shinji dengan lugunya kepada A.I itu.
"APAPUN ITU TERSERAH" Jawab datar A.I itu.
"Hei... Kau sedang berbicara dengan siapa?" Tanya Ichika yang tak bisa mendengar suara DEVIL dari dalam IS Shinji.
"Aku sedang berbicara dengan penghuni IS ini!" Jawab Shinji lugu dengan suara mesin nya.
"Hah?" Bingung Ichika mendengar jawaban nya.
"Tapi... Bagaimana kau tahu namaku?" Tanya Shinji kembali kepada DEVIL.
"TENTU SAJA. KARENA AKU SUDAH DIPROGRAM OLEH AYAHMU AGAR BISA MENGENALI SIAPA YANG AKAN MENJADI PILOT IS INI" Kembali DEVIL menjawab dengan datar.
"Ehh... Begitu. Lalu, bagaimana dengan kabar ayahku sekarang?" Paham Shinji mendengar jawaban nya sekaligus bertanya lagi.
"DIA BAIK-BAIK SAJA SEKARANG" Jawab DEVIL dengan datar lagi.
"Begitu ya... Syukurlah" Lega Shinji mendengar jawaban nya.
"Hei Shinji, kau tidak mau mencobanya untuk terbang?" Tanya Ichika yang penasaran dengan IS baru itu.
"Ahh iya hampir lupa!" Kaget Shinji menyadari maksudnya tadi.
"Baiklah, bersiap untuk terbang!" Mesin jet dari sayap IS Shinji langsung menyala dan terbang dengan cepat keluar menabrak kaca jendela kamar mereka dan mengacak-acak isinya.
"Ehh... Apa kamar kita ini ada asuransi untuk kerusakan akibat serangan IS?" Tanya Shinji yang langsung berhenti ditengah udara setelah menyadari telah menabrak kaca jendela kamarnya hingga pecah.
"Sepertinya... Tidak ada" Jawab Ichika dengan tampang kacau melihat isi kamarnya.
"Aku akan ganti semua kerusakan itu nanti" Balas jawab Shinji dan langsung terbang melanjutkan mencoba IS nya.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda