Minggu, 19 Juli 2015

Fanfic IS
Chapter 4 part 3
Bel tanda istirahat berbunyi, singkat pada saat itu Shinji bersama dengan Ichika duduk berbincang sambil makan siang dikantin. Shinji meluapkan kekesalan nya pada si teknisi mesin kepada Ichika.

"Heh, aku tidak bisa membiarkan dia!" Luap kekesalan Shinji pada Ichika sambil makan nasi goreng dengan tempura.

"Yah… Tapikan dia tidak ada salah apa-apa denganmu. Kenapa kau mesti kesal?" Tanya Ichika heran sambil makan bekal makan siang dengan telur dadar gulung.

"Tentu saja dia salah! Dia tidak mengerti bagaimana keadaan nya, kalau dia tidak ada kita sudah bisa dapat jam bebas pelajaran sekarang!" Jawab Shinji yang makin kesal mengingat teknisi mesin itu.

"Kau tadi bertujuan supaya tidak bisa belajar seharian ya?" Tanya Ichika lagi mengenai maksud Shinji saat menyabotase computer guru.

"Sebenarnya dua. Yang pertama karena aku mau membalas dendam karena sudah menyita Red Dragon, dan yang kedua karena memang aku tidak ingin belajar" Jawab Shinji santai.

"Kau bicara seakan ini sangat gampang melakukan nya" Ragu Ichika pada Shinji.

"Bukan nya karena gampang, tapi karena aku menikmatinya dengan senang hati" Balas Shinji santai sambil tersenyum dengan sumpit ditangan kanan nya diam-diam mengambil telur dadar gulung Ichika.

"Oi! Itu punyaku!" Kaget Ichika melihat telur dadar gulungnya yang mau siap dilahap Shinji.

"Aku cuma ambil satu saja! Pelit sekali!" Shinji berusaha mepertahankan telur dadar gulung 'curian' nya.

"Kalau begitu aku ambil tempura mu!" Ichika membalasnya dengan mengambil tempura Shinji.

"Hei! Itu potongan terakhirku! Jangan dimakan!" Shinji membalas untuk mempertahankan tempura nya.

"Setidaknya kita bisa tukaran!" Balas Ichika lagi.

"Aku tidak mau tukaran kalau ada sisa yang terakhir! Itulah salah satu jalan laki-laki ku!" Balas Shinji juga membela diri.

"Tapi kau mengambil telurku! Pelit sekali kau!" Balas Ichika yang mulai agak kesal.

"Tapi punyamu masih banyak, tidak masalahkan berbagi sedikit untuk orang lain?" Balas Shinji kembali.

Ichika dan Shinji akhirnya bertarung 'adu sumpit' berusaha mempertahankan makanan mereka, hingga akhirnya Shinji melihat sosok yang ia kenal.

Seseorang dengan pakaian teknisi berwarna hijau terang kebiruan dan wajah yang tertutupi oleh bayangan topinya, teknisi mesin yang sudah menjadi 'pengganggu' untuk Shinji sedang berjalan dengan nampan berisi hamburger dan minuman soda cola kesalah satu meja kantin agak jauh dari tempat Shinji duduk. Teknisi mesin itu menaruh nampan nya dimeja itu, tepat sebelum mengambil hamburger nya ia melihat tangan nya yang kotor entah oleh kenapa.

"Ah, aku cuci tangan dulu" Gumam teknisi mesin sendirian menyadari tangan kotornya dan pergi ketoilet didekat kantin untuk cuci tangan meninggalkan makanan nya sementara. Melihat teknisi mesin itu pergi meninggalkan makanan nya mata Shinji langsung mendelik pada hamburger nya dengan pikiran jahat.

"Aku tahu apa yang kau pikirkan" Tebak Ichika melihat Shinji.

"Tepat sekali!" Jawab Shinji dengan nada jahil sambil mengeluarkan sebuah botol saus cabai berwarna merah dengan label tulisan 'All-World Chili Sauce'.

"Darimana kau mendapatkan itu?" Tanya Ichika penasaran melihat Shinji mengangkat botol itu.

"Dari dapur kantin" Jawab Shinji singkat.

"Kau ini suka seenaknya saja ya?" Bingung Ichika melihat perilaku Shinji.

"Aku tidak akan berhenti sampai dia merana!" Jawab Shinji dengan nada jahil. Shinji langsung berjalan diam-diam menuju meja tempat teknisi mesin tadi menaruh makanan nya. Sambil memandang sekelillingnya bila ada yang mengawasinya Shinji lalu membuka roti bagian atas hamburger nya dan menuangkan saus cabai keatas bagian dagingnya dan menutupnya kembali.

"Selamat menikmati" Salam Shinji pada hamburger itu dengan tertawa cekikikan dan kembali kemeja kantin nya bersama Ichika.

"Dasar kau ini, hati-hati jangan sampai kau kelewatan mengerjainya!" Setelah Shinji kembali Ichika langsung menasehatinya.

"Jangan khawatir, kalau cuma kepedasan tidak masalahkan?" Jawab Shinji dengan enteng.

Tak lama ada seseorang yang mendatangi meja itu, tapi bukan teknisi mesin yang datang, melainkan seorang gadis kecil berambut pirang panjang dengan pakaian seragam IS Academy berdasi merah.

"Ehh? Siapa itu?" Penasaran Shinji melihat gadis itu.

"Itu anak kelas satu kan?" Jawab Ichika yang juga penasaran.

"Ya, aku tahu soal itu. Tapi apa hubungan nya gadis kecil itu dengan teknisi mesin tadi?" Tanya Shinji balik.

"Entahlah. Mungkin karena tidak punya tempat duduk dia disitu atau karena dia itu adiknya?" Jawab Ichika memberikan pendapatnya.

Teknisi mesin akhirnya kembali dari kamar kecil sehabis cuci tangan, dilihatnya gadis kecil duduk didekat mejanya ia langsung terperanjak melihatnya.

"Alicia, sedang apa kau disini?" Tanya teknisi mesin melihat gadis itu yang bernama Alicia.

"Memangnya kenapa? Kakak tidak senang ya aku disini?" Tanya Alicia dengan sedih.

"Bukan nya begitu... Tapi golongan kita ini berbeda" Jawab teknisi mesin itu menjelaskan.

"Tapi... Bukankah kakak pernah bilang dulu kalau semua manusia didunia ini sama dan tidak ada yang dibeda-bedakan?" Tanya Alicia lagi seraya mengingatkan.

"Heh... Kau benar" Balas teknisi mesin itu dengan senang sambil mengelus kepala Alicia.

"Heh? Dia itu adiknya?" Kaget Shinji yang mendengar pembicaraan mereka.

"Memangnya ada yang salah dengan itu?" Tanya Ichika pada Shinji.

"Tentu saja salah! Dari wajahnya saja mereka itu tidak terlihat ada kemiripan sama sekali!" Jawab Shinji asal.

"Darimana kamu tahu wajah mereka tidak mirip? Padahal wajah orang itu tertutupi oleh topi?" Bantah Ichika mendengar jawaban Shinji yang tidak masuk akal.

Selagi Ichika dan Shinji berdebat tanpa disadari Alicia langsung mengambil hamburger milik teknisi mesin.

"Hei, itu punyaku" Teknisi mesin memberitahu sekaligus menunjuk hamburger yang dipegang Alicia.

"Sebenarnya tadi aku ada pesan spagetti, tapi karena terlalu lama aku makan punya kakak saja ya? Biar nanti spagetti nya kakak yang makan" Jawab Alicia sambil memohon.

Teknisi mesin itu hanya bisa tersenyum pasrah saja melihat makanan nya diambil.

Tepat saat Alicia mengigit hamburger itu ia mengalami kepedasan yang hebat.

"UAAAAHH! PEDASSS!" Teriak panik Alicia karena kepedasan. Shinji langsung kaget ketika mendengar teriakan Alicia.

"Alicia! Tenang dulu! Minum ini!" Dengan cepat tanggap teknisi mesin memberikan minuman cola pada Alicia untuk menghilangkan rasa pedasnya.

"Ahh... Kacau" Kecewa Shinji karena rencananya gagal sambil menempelkan tangan diwajah.

"Kakak tidak bilang kalau ada memasukan saus cabai didalamnya!" Kesal Alicia seraya mau menangis pada teknisi mesin.

"Tapi… Aku tidak ada memasukan saus cabai tadi! Lagipula kamu tahukan aku juga tidak suka makanan pedas?" Teknisi mesin berusaha membela diri seraya memberikan alasan nya.

"Lalu, kenapa hamburger ini rasanya pedas?" Tanya Alicia langsung sambil menjulurkan lidahnya yang terbakar pedas.

"Pasti ada orang yang usil disekitar sini!" Curiga teknisi mesin sambil memandang sekelilingnya.

Shinji yang saat itu melihat mereka sekaligus sudah selesai makan langsung pergi dari kantin seraya berpura-pura tidak tahu apa-apa diikuti dengan Ichika yang juga sudah selesai makan.

"Nah… Sekarang apa yang akan kau lakukan nanti?" Tanya Ichika yang curiga dengan gerak-gerik Shinji.

"Kau lihat saja dikelas nanti!" Dengan nada kesal bercampur jahil Shinji menjawab.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda