Minggu, 19 Juli 2015

Fanfic IS
Chapter 4 part 4
Sekembalinya kekelas, bel masuk kelas belum berbunyi. Selain itu dikelas saat itu tidak ada orang selain Ichika dan Shinji. Memanfaatkan kesempatan itu Shinji kembali kekolong meja guru dan membuka pintu kecil tempat komponen komputer sebelumnya. Kali ini Shinji merusak komponen itu dengan palu.

"Heheh... Biar dia kerepotan mengurusinya!" Tertawa licik Shinji melihat kerusakan yang diperbuatnya.

"Oi! Apa ini tidak terlalu berlebihan?" Tanya Ichika yang mulai takut.

"Kau belum merasakan apa yang disebut kenakalan remaja ya?" Tanya Shinji balik.

"Yah... Selama ini belum" Jawab Ichika dengan lugu.

"Kalau begitu biar kutunjukan, asal kamu diam saat ada yang bertanya soal masalah ini maka semua akan baik-baik saja!" Balas Shinji setelah menutup pintu komponen komputernya seraya mengancam Ichika untuk tutup mulut.

"Tapi... Merusak properti sekolah..." Ichika mulai ragu untuk menjawabnya.

"Kalau bukan masalah bukan nakal namanya!" Sahut balik Shinji.

Akhirnya bel masuk kelas berbunyi, Shinji dengan suasana senang tapi menyimpan sedikit kejahatan langsung kembali ketempat duduknya. Ichika terpaksa berdiam diri mengenai masalah yang sebenarnya bukan urusan nya. Tak lama semua murid kembali ketempat duduknya masing-masing, diikuti dengan guru mata pelajaran selanjutnya yang ternyata adalah Chifuyu.

"Baiklah semuanya, hari ini kita akan melanjutkan pelajaran kemarin mengenai sistem add-on weapon IS" Chifuyu langsung saja memulai pelajaran nya tanpa sapaan. Chifuyu mulai menghidupkan komputernya, tapi tidak mau menyala.

"Kenapa ini?" Bingung Chifuyu karena komputernya telah dirusak Shinji tanpa sepengetahuan nya. Beberapa kali Chifuyu-sensei mengutak-atik komputernya seperti Yamada tadi pagi tapi belum juga berfungsi.

Semua murid mulai berbisik-bisik lagi mengenai kerusakan komputer guru itu, seeakan ada sesuatu yang mistis dibalik itu semua, terkecuali Ichika yang melihatnya sendiri siapa pelaku dibalik itu semua. Dilain pihak Houki, Cecilia, Lin Yin, Charlotte dan Laura langsung mendelikan mata mereka kearah Shinji seraya curiga siapa pelakunya.

"Orang itu... Sebenarnya apa yang ada didalam pikiran nya?" Jengkel Houki dalam hati melihat Shinji yang sedang tertawa senang melihat Chifuyu yang sedang kesusahan.

Tak lama teknisi mesin melewati kelas itu lagi, Chifuyu langsung memanggilnya.

"Hei kamu! Kemari!" Chifuyu-sensei memanggil teknisi mesin itu.

Ia pun langsung berbalik arah menemui Chifuyu.

"Ya? Ada yang bisa kubantu?" Tanya teknisi mesin itu dengan sopan.

"Aku ada sedikit masalah disini. Kau bisa bantu?" Tanya Chifuyu balik.

"Selama tugasnya sesuai dengan profesiku, aku bisa bantu" Jawab teknisi mesin dengan dingin.

"Dan ini memang berhubungan dengan profesimu" Balas Chifuyu dengan dingin juga. Chifuyu langsung mengajak teknisi mesin kedalam kelas.

"Seingatku tadi pagi ada masalah seperti ini juga?" Curiga teknisi mesin menyadari masalah tadi pagi sebelumnya.

"Benarkah?" Tanya Chifuyu.

"Ya, guru berambut hijau berkacamata tadi pagi ada memanggilku untuk memperbaiki masalah yang sama" Jawab teknisi mesin itu dengan jelas.

Tanpa berpikir lama ia kembali membuka pintu tempat komponen komputer berasal, setelah membukanya terlihat komponen-komponen komputernya sudah rusak berat, bukan nya teracak-acak seperti pagi sebelumnya.

"Hmm... Sepertinya tikus penghuni lubang ini tidak senang bila rumahnya dirapikan" Curiga teknisi mesin itu melihat kerusakan nya yang makin parah.

"Tikus? Apa makhluk itu pelakunya?" Tanya Chifuyu yang penasaran apa yang dimaksud teknisi mesin.

"Bukan nya apa-apa, itu hanya sebuah kiasan" Jawab teknisi mesin.

"Jadi... Bagaimana?" Tanya Chifuyu kembali kepada kerusakan komputernya.

"Parah" Jawabnya singkat.

"Perlu berapa lama supaya bisa digunakan lagi?" Tanya Chifuyu lagi.

"Supaya bisa berfungsi seperti semula kira-kira paling cepat 2 hari, atau yang paling lama seminggu. Tergantung kondisi dan keadaan" Jawab teknisi mesin itu dengan jelas.

"Jadi artinya kelas ini tidak bisa digunakan untuk beberapa saat?" Tanya Chifuyu seraya butuh penjelasan lagi.

"Bisa saja selama pelajaran nya tidak membutuhkan komputer untuk beberapa hari kedepan" Jawab teknisi mesin menjelaskan.

Sementara itu Shinji tertawa kecil sendirian tanpa disadari orang-orang disekelilingnya, membayangkan sang teknisi mesin kerepotan memperbaiki komputer itu untuk beberapa hari, sesuai dengan perencanaan Shinji untuk membuat teknisi mesin itu merana.

"Heh… Terpaksa aku harus mengajar diluar kelas dihari panas ini" Hela nafas lesu Chifuyu sambil melihat jendela keluar, memang saat itu matahari siang sudah panas.

"Baiklah semuanya! Kita langsung adakan praktek add-on weapon IS diluar kelas! Persiapkan pakaian latihan dan IS kalian!" Chifuyu langsung memerintahkan semua murid untuk belajar diluar kelas, diikuti dengan suara lemas kecewa karena terpaksa belajar diluar kelas dihari yang panas.

"Yah… Walaupun tidak berjalan sesuai rencana sesungguhnya tapi setidaknya aku sudah cukup puas membuat teknisi mesin sialan itu sengsara!" Pikir Shinji didalam hatinya sendirian.

"Tunggu dulu!" Tepat sebelum semua murid keluar kelas teknisi mesin langsung menghentikan mereka.

"Ada apa?" Tanya Chifuyu.

"Tidak, aku hanya curiga bila tikusnya masih ada disekitar sini" Jawab teknisi mesin.

"Maksudmu?" Tanya Chifuyu yang bingung dengan maksud teknisi mesin itu.

"Yah… Anda tahu sendirikan seekor tikus tidak mungkin bisa menghancurkan komponen komputer ini dengan tangan kecilnya hingga rusak kan?" Teknisi mesin itu menjelaskan maksudnya dengan sedikit kiasan.

"Maksudmu kau curiga bila pelakunya ada diantara mereka?" Curiga Chifuyu mendelikan matanya kepada semua murid yang masih berdiri dikursi mereka dengan rasa agak takut bila dituduh melakukan nya.

"Mungkin, tapi kita tidak bisa memastikan nya siapa pelakunya" Balas teknisi mesin itu seraya berpikir.

Sebentar berpikir teknisi mesin langsung mendekatkan mulutnya kedekat telinga Chifuyu membisikan sesuatu padanya. Chifuyu hanya menjawabnya dengan mengangguk seraya menyetujui sesuatu.

"Baiklah kalian semua! Sebaiknya kalian mengaku siapa yang merusak komputer ini! Kalau tidak, kalian semua akan kuhukum lari keliling pulau ini 100 kali!" Teriak Chifuyu-sensei langsung mengancam seluruh isi kelas untuk mengaku.

Seluruh isi kelas langsung berisik karena panik mendengar ancaman Chifuyu. Mereka saling menuduh satu sama sama lain nya untuk mengaku. Hingga akhirnya Ichika serta Houki, Cecilia, Lin Yin, Charlotte dan Laura langsung menunjuk Shinji yang berdiam diri berpura-pura tidak tahu apa-apa.

"Shinji Sanada pelakunya! Aku melihatnya tadi pagi ada merusak komputernya!" Jawab jujur Houki, Cecilia, Lin Yin, Charlotte dan Laura sambil menunjuk Shinji.

"Dan siang ini dia membuatnya jadi tambah parah" Ichika menambahkan kesaksian nya dengan terpaksa karena takut dihukum.

"KALIAN SEMUA PENGKHIA- Ups!" Teriak kesal Shinji tanpa sengaja mengakui perbuatan nya.

"Heh, sang tikus akhirnya mati kena perangkap" Teknisi mesin memberikan ungkapan lagi.

"Dan sepertinya aku mengenal tikus itu" Balas Chifuyu memandangi Shinji dengan kejam.

"Mati aku…" Shinji bicara sendirian sambil meneguk liurnya sendiri melihat Chifuyu.

"Sanada! Sebagai hukuman karena sudah merusak peralatan sekolah, kau dihukum membersihkan gedung stadion sekarang!" Teriak Chifuyu menghukum Shinji.

"Hah, terpaksa deh" Shinji terpaksa menjalani hukuman nya langsung berdiri dengan gaya malas-malasan berjalan keluar kelas.

"Jaga sikapmu itu!" Chifuyu memperingatkan Shinji yang berjalan malas keluar kelas.

"Dan yang lain nya, persiapkan diri kalian untuk praktek dilapangan nanti!" Lanjut Chifuyu menyuruh murid-murid lain nya.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda