Minggu, 19 Juli 2015

Fanfic IS
Chapter 4 part 6

Selesai Shinji mengembalikan tongkat pel dan ember diruang kebersihan gedung stadion ia berencana untuk kembali pulang kekamarnya. Hingga tepat sebelum Shinji keluar gedung ia melihat teknisi mesin dan Alicia yang memakai pakaian latihan IS berwarna putih bergaris biru disalah satu koridor sedang membicarakan sesuatu. Penasaran apa yang mereka bicarakan Shinji diam-diam menguping pembicaraan mereka.

"Rasanya… Agak memalukan memakai baju ini" Keluh Alicia memakai pakaian latihan IS nya yang seperti pakaian renang.

"Jangan salahkan aku, tanyakan pada pihak akademi ini kenapa pakaian latihan nya seperti baju renang" Balas teknisi mesin itu tidak terlalu mempermasalahkan nya.

"Yah… Sebenarnya bukan itu juga permasalahnya" Balas Alicia malu-malu.

"Jadi kenapa?" Tanya teknisi mesin dengan halus.

"Ini… Pertama kalinya aku menaiki IS. Aku… Entah kenapa rasanya jadi agak takut" Dengan gemetaran Alicia menjawab.

Teknisi mesin langsung tersenyum bangga dan langsung mengelus kepala Alicia dengan lembut.

"Aku mengerti perasaanmu" Sambil tersenyum teknisi mesin itu membalas jawaban Alicia.

"Dulu… Sewaktu aku pertama kali memegang senjata aku juga mengalami pengalaman yang sama sepertimu" Teknisi mesin mengingat masa lalunya pada Alicia.

"Ada perasaan yang bercampur didalam hatiku saat menerima senjata itu. Senang menerimanya karena aku mendapatkan sesuatu yang menarik, takut karena benda itu berbahaya dan benci karena benda itu adalah pembunuh" Lanjut teknisi mesin itu melanjutkan kisahnya.

"Tapi pada akhirnya, aku mengatasi kegundahan itu. Sehingga aku bisa menggunakan senjata itu dengan benar" Selesai teknisi mesinmengakhiri kisahnya.

"Bagaimana, caranya kakak mengatasi kegundahan itu?" Tanya Alicia penasaran.

"Tujuan. Tanpa adanya tujuan kau memegang senjata itu maka kau akan ragu untuk menggunakan nya" Jawab teknisi mesin.

"Sama seperti aku disini, bertugas untuk menjagamu" Lanjut jawabnya lagi.

"Kau ingatkan kenapa kau ingin masuk ke akademi ini?" Tanya teknisi mesin langsung pada Alicia.

"Ya! Aku ingin membuat ayah bangga dengan menjadi pilot IS untuk Brotherhood suatu hari nanti!" Jawab Alicia dengan semangat.

"Kalau begitu tunjukanlah! Gunakan IS mu dan bertarunglah disana! Capailah tujuanmu itu!" Teknisi mesin itu berteriak menyemangati Alicia.

"YA! AKU AKAN MENUNJUKAN KEPADA AYAH KALAU AKU BISA!" Teriak Alicia juga seraya menyuarakan janjinya.

"Itu baru yang namanya semangat!" Lanjut dukung teknisi mesin.

"Ehehe, ini semua berkat kakak, aku jadi memiliki keberanian lagi sekarang" Balas Alicia seraya berterima kasih.

"Nah… Sekarang pergilah kesana. Naiki IS mu dan tunjukan pada mereka. Aku akan mendukungmu di tribun" Teknisi mesin menyemangati Alicia lagi.

"Ya! Aku akan berjuang!" Alicia langsung pergi berlari dengan semangat menuju pit sambil melambaikan tangan.

"Ahh… Kuharap aku juga punya adik perempuan" Bisik Shinji sendirian membayangkan dirinya memiliki seorang adik.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda