Minggu, 19 Juli 2015

Fanfic IS
Chapter 4 part 7
Setelah teknisi mesin itu pergi, Shinji keluar dari persembunyian nya dan melanjutkan perjalanan nya pulang kekamarnya. Tapi langkahnya terhenti ketika Shinji bertemu dengan Charlotte ditengah jalan.

"Ah, Shinji-kun sedang apa kau disini?" Tanya Charlotte kepada Shinji.

"Tidak ada. Cuma ingin pulang kekamar saja sehabis menjalani hukuman, Cha-chan" Jawab Shinji memanggil Charlotte dengan Cha-chan.

"C-Cha-chan?" Bingung Charlotte dipanggil Shinji dengan panggilan Cha-chan.

"Itu sebagai balasan karena kau memanggilku Shinji-kun. Supaya kita impas memiliki nama panggilan" Jawab Shinji menjelaskan dengan santai.

"Hehe… Kamu orang yang unik ya?" Charlotte tertawa kecil seraya tidak mempermasalahkan nama panggilan nya.

"Hmm… Entahlah apa aku ini. Ngomong-ngomong sedang apa kau disini?" Shinji juga tidak terlalu mempermasalahkan nya sekaligus bertanya pada Charlotte.

"Sebenarnya, aku kesini ingin latihan dengan IS ku. Tapi karena stadion nya dipakai oleh anak kelas 1 jadi aku terpaksa menunggu dulu" Jawab Charlotte menjelaskan.

"Yah, tak apalah. Sesekali mengalah pada junior tak masalahkan?" Balas Shinji santai.

"Ehh... Kau tidak mau melihat anak kelas 1 latihan ya?" Tanya Charlotte seraya mengajak Shinji.

"Yah, karena aku juga tidak ada kerjaan dikamar bolehlah!" Shinji langsung menerima ajakan Charlotte.

Charlotte dan Shinji akhirnya jalan bersama menuju tribun penonton, disana terlihat ada cukup banyak anak kelas 1, sebagian kelas 2 dan kelas 3 serta para tamu VIP yang duduk dikursi VIP nya ingin menyaksikan latihan tanding itu. Shinji juga memiliki alasan tersendiri mengapa ingin menonton pertandingan itu karena penasaran dengan Alicia. Setelah Shinji dan Charlotte memilih tempat duduk yang bagus tak lama Ichika datang menyapai mereka.

"Char! Maaf aku terlambat!" Ichika memanggil Charlotte sambil minta maaf.

"Tidak apa, pertandingan nya belum mulai kok" Balas sapa Charlotte.

"Oi, kau tidak menyapaku ya Ichika?" Tanya Shinji merasa dilupakan oleh Ichika.

"Ahh iya, maaf Shinji aku tidak tahu kau ada disini" Ichika meminta maaf pada Shinji setelah menyadarinya dan langsung duduk dekat dengan Charlotte.

"Ngomong-ngomong, disini tidak ada penjual makanan keliling ya?" Tanya Shinji lugu memandang seraya berkeluh-kesah.

"Kau kira ini stadion sepak bola ya?" Balas Ichika langsung.

"Yah... bisa sajakan kalau ada yang lapar dan haus kita bisa beli langsung darinya" Balas balik Shinji seraya menyarankan. Charlotte hanya tertawa kecil saja mendengar pembicaraan Shinji dan Ichika.

Tak lama selagi mereka berbincang terdengar suara Chifuyu mengumumkan pertandingan nya.

"Baiklah, sebentar lagi kita akan mengadakan latihan tanding dari kelas 1-1. Dengan peserta Alicia Trevary, kadet dari Amerika Serikat melawan Himura Masomi, kadet dari Jepang. Para peserta diharapkan keluar dari pit segera!" Chifuyu langsung memanggil peserta latih tanding dari ruangan operatornya.

Dari 2 sisi hangar yang berlawanan muncul 2 pilot IS, yang satu adalah Alicia dengan IS warna putih hampir mirip dengan IS Shinji, yang membedakan nya hanyalah bagian warna, helm dan body armor nya yang terbuka dan bertanduk biru satu. Sedangkan disisi lain adalah anak kelas 1 yang Shinji tidak begitu kenal dengan memakai IS biasa.

"P-Personal IS ya?" Kaget Ichika melihat IS Alicia.

"Wah... Cantiknya" Charlotte terkagum dengan IS Alicia yang berwarna putih mengkilap.

"Tapi... Entah mengapa IS nya hampir mirip dengan IS ku!" Curiga Shinji melihat IS Alicia.

"B-Benar juga. Sekilas memang agak mirip dengan Red Dragon mu" Balas Ichika mulai menyadarinya.

"Kalau tidak salah dengar, IS itu adalah Generation 4th IS buatan Amerika" Balas Charlotte juga menjelaskan.

"Begitu ya. Ngomong-ngomong dimana teknisi mesin itu ya?" Angguk Shinji mengerti seraya mengingat teknisi mesin tadi yang ingin menonton Alicia bertanding sambil memandang sekeliling. Shinji akhirnya menemukan teknisi mesin itu sedang berdiri memandang Alicia disalah satu tribun VIP disamping seorang pria tua yang kelihatan sangat berwibawa, Shinji menduga kemungkinan orang itu adalah ayah dari sang teknisi mesin dan Alicia.

"Pertarungan dimulai!" Pikiran Shinji terganggu ketika mendengar teriakan Chifuyu dari speaker memulai pertandingan.

Alicia langsung mengeluarkan senjata pedang biru berlapis kristal hijau bening ditangan kirinya dan perisai ditangan kanan nya. Murid lawan nya langsung menyerang Alicia dengan pedang katana nya dengan cepat, tapi hal itu sudah diantisipasi oleh Alicia dan langsung menangkis serangan itu dengan perisainya.

"Heh, kurang cepat!" Alicia meremehkan serangan lawan nya dan membalik serang memukul mundur dengan perisainya hingga lawan nya terpental.

"Wow! Shield bash!" Mata Shinji mendelik kagum melihat serangan Alicia.

"Shield bash?" Bingung Ichika yang tidak mengerti kenapa Shinji malah kagum melihatnya.

"Itu teknik serangan dengan menggunakan perisai sebagai senjatanya! Lebih tepatnya mendobrak lawan menggunakan perisai!" Shinji menjelaskan sambil menirukan gerakan nya.

"Darimana kau belajar itu?" Tanya Ichika curiga.

"Dari video game" Jawab Shinji lugu.

"Sudah kuduga" Balas Ichika kecurigaan nya benar.

Kembali pada pertarungan, Alicia memimpin pertarungan tersebut. Beberapa kali lawan nya menyerang dengan katana nya tapi selalu ditangkis dengan baik oleh Alicia dan langsung dibalas balik dengan perisai ataupun dengan pedangnya.

"Hmm... Dengan menggunakan senjata pedang dan perisai dia memiliki kekuatan serangan dan pertahanan yang seimbang. Tapi kelemahan nya dia hanya memiliki serangan untuk jarak dekat saja" Komentar Shinji menilai IS Alicia.

"Tapi lawan nya sama-sama memiliki serangan jarak dekatkan?" Tanya Charlotte pada Shinji.

"Memang, tapi perbedaan nya terletak pada senjatanya Cha-chan. Dia menggunakan pedang dan perisai, jadi dia bisa menangkis serangan lawan dengan mudah dengan perisainya dan menyerang balik dengan tebasan pedang atau pukulan perisainya. Sedangkan lawan nya hanya menggunakan senjata pedang tanpa pertahanan lain nya, terkecuali kalau dia sangat gesit saat menghindari serangan baliknya" Shinji menjelaskan sambil menunjuk Alicia dan lawan nya.

Pertarungan semakin sengit dan lawan Alicia sudah hampir kehabisan Energy Shield nya. Alicia langsung mengeluarkan serangan terakhirnya dengan pukulan dari perisainya dan dilanjutkan dengan tebasan energy blade dari pedangnya. Alicia menang sempurna tanpa kekurangan Energy Shield sedikitpun.

"Tidak buruk, untuk anak kelas 1" Shinji bertepuk tangan sekaligus kagum pada Alicia diikuti dengan sorak riuh dari penonton lain nya.

"Bagus sekali, Alicia" Disatu sisi ditribun VIP teknisi mesin pun juga memuji penampilan Alicia.

"Hah, aku kalah" Keluh menyesal lawan Alicia.

"Tadi itu pertarungan yang hebat, kuharap suatu hari nanti kita bisa bertarung lagi" Balas Alicia sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman.

"Ya, saat itu juga aku tidak akan kalah lagi darimu Trevary!" Balas lawan nya lagi dan langsung berjabat tangan dengan Alicia.

"Heh, respect your enemy ya?" Gumam teknisi mesin itu sendirian.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda