Minggu, 19 Juli 2015

Fanfic IS
Chapter 4 part 8
Sambutan kemenangan itu tidak berlangsung lama, hingga ada sesuatu yang jatuh dari langit seperti meteor mendarat dilapangan itu sekitar 4 buah.

“Apa itu? Meteor ya?” Shinji bertanya sekaligus kaget dan penasaran.

“Bukan! Itu...” Ichika terkejut karena menyadari apa itu sebenarnya.

“Orimura-san! Itu...” Yamada-sensei juga terkejut menyadari benda jatuh itu sebenarnya dari ruangan operatornya.

“Trevary! Masomi! Cepat kembali ke hangar sekarang!” Chifuyu-sensei langsung menyuruh mereka untuk kembali dari suara speaker nya.

“Apa itu sebenar- UWAH!” Shinji yang masih penasaran ingin mendekat melihat benda jatuh tadi hingga tiba-tiba tribun penonton nya tertutupi oleh dinding besi darurat mengunci semua orang didalamnya.

“Kenapa ini? Ada apa sebenarnya?” Panik Shinji yang tidak mengerti apa yang terjadi.

“Sudah kuduga” Tanggap Ichika dengan serius.

“Kau tahu ini, Ichika?” Tanya Shinji pada Ichika yang mengetahui masalah tersebut.

“Unmanned IS” Charlotte menjawab langsung.

“Apa itu Unmanned IS?” Tanya Shinji lagi.

“Bisa dibilang, itu adalah IS yang dikendalikan tanpa awak pilot” Jawab Ichika menjelaskan.

“Memangnya ada ya yang seperti itu?” Tanya Shinji lagi semakin penasaran.

“Dulu kupikir juga tidak mungkin. Hingga aku melawan nya sendiri hari itu” Jawab Ichika lagi sambil mengingat pertarungan nya dulu melawan Unmanned IS bersama Lin Yin.

Ditribun VIP sendiri para tamu mulai berbisik-bisik panik, terkecuali sang teknisi mesin yang dengan tenang mengutak-atik salah satu pintu keluar disana hingga berhasil terbuka.

“Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya, kumohon kalian semua tetap duduk tenang disini. Aku akan segera membawakan bala bantuan secepatnya!” Sebelum pergi keluar teknisi mesin itu menyuruh semua tamu VIP untuk tenang.

“Graves. Kau tahu tugasmu kan?” Pria tua yang duduk didekat teknisi mesin tadi sebelumnya mengingatkan sesuatu padanya.

“Yes, I know it” Jawab teknisi mesin itu dan langsung keluar melewati pintu yang terbuka tadi.

Kembali disalah satu tribun tempat Shinji dan murid-murid lain nya terperangkap Shinji berusaha untuk mencari jalan keluar.

“Jadi bagaimana kita sekarang?” Tanya Shinji dengan panik.

“Entahlah, salah satu cara untuk menghentikan semua ini hanyalah dengan mengalahkan semua Unmanned IS itu” Jawab Ichika dengan ragu.

“Jadi... Dengan mengalahkan 4 robot aneh itu semua orang disini bisa bebas?” Tanya Shinji lagi.

“Aku sendiri juga tidak tahu apa bisa atau tidak!” Balas Ichika dengan kesal.

“Cih, jadi kita terperangkap disini untuk beberapa lama ya?” Kesal Shinji juga pada dirinya sendiri.

“Jadi... Kita hanya bisa berharap pada anak kelas 1 itu?” Tanya Charlotte dengan rasa panik mengingat Alicia dan lawan nya yang masih ada diluar.

“B-Benar juga!” Kaget Shinji tersadar Alicia masih ada diluar.

Sementara itu sang teknisi mesin berusaha mencari jalan keluar dari stadion, hingga ia berhenti disalah satu hangar dan melihat Alicia dan lawan tandingnya tadi menghindari semua serangan dari ke-4 Unmanned IS itu, mereka kelihatan sangat kewalahan menghadapinya.

“Alicia!” Terkejut teknisi mesin itu melihat Alicia kesusahan menghadapi lawan barunya.

Teknisi mesin itu ingin berlari menyelamatkan Alicia, tapi langkahnya terhenti karena mengingat kejadian nya dimasa lalu.

“Tidak... Kekuatanku sekarang tidak cukup untuk melawan IS!” Bisik didalam hati teknisi mesin dengan ragu sambil membayangkan masa lalunya, dimana ia terlihat sekarat ditengah badai salju bersama dengan 4 orang lain nya yang sudah tewas dan melihat IS yang terbang menjauhi dirinya entah kemana.

Pikiran nya langsung berubah saat melihat Alicia terkena serangan laser beam dari salah Unmanned IS yang menembaknya.

“Ah!” Terkejut teknisi mesin itu melihat Alicia kena serang dari hangar dikejauhan.

“Benar... Tanpa tujuan aku tidak bisa melakukan apa-apa. Karena tugas dan tanggung jawabku adalah untuk melindunginya!” Teknisi mesin itu menyadari tugasnya dan keberanian nya langsung kembali bangkit.

Tepat sebelum teknisi mesin itu keluar mencari senjata, ia melihat sebuah IS, berwarna putih bercampur jingga, itu adalah Rafale Revive Costum II milik Charlotte.

“It’s seem sounds crazy but...” Pikir teknisi mesin itu ingin memakai IS itu.

Kembali ketempat Shinji berada, ia terlihat sedang berdebat dengan Ichika.

“Kita tidak bisa berdiam diri disini terus lama-lama! Kita harus menolongnya! Tidak mungkin mereka bisa menang melawan 4 IS sekaligus!” Protes kesal Shinji pada Ichika.

“Aku juga ingin menolong mereka! Tapi bagaimana caranya kalau kita terjebak disini?” Balas kesal Ichika mempertanyakan caranya.

“SIAL! Andai saja aku bisa menghancurkan dinding besi ini...” Shinji sudah sangat kesal pada dirinya sendiri sambil meninju dinding besi didepan nya.

“KALAU KAU INGIN MENGHANCURKAN DINDING ITU TANPA PERLU MERUSAK TANGANMU, KENAPA KAU TIDAK MEMAKAI IS SAJA?” Tiba-tiba suara DEVIL keluar dari device ditangan kiri Shinji.

“D! Tapi... Bagaimana?” Kaget Shinji mendengar suara DEVIL sekaligus bertanya.

“TENTU SAJA, KARENA AKU BISA TERHUBUNG BAIK DARI DEVICE MU ATAUPUN DARI IS” Jawab DEVIL datar.

“Tapi... Apa maksudmu tadi dengan memakai IS? Padahal IS ku kan disita?” Tanya Shinji lugu mendengar maksud DEVIL tadi sebelumnya.

“MUNGKIN SAJA IS MU DISITA, TAPI TIDAK DENGAN DEVICENYA BUKAN?” DEVIL langsung menjelaskan maksudnya.

“Benar juga! Berarti aku bisa menggunakan IS ku walaupun sedang disita?” Shinji memahami maksud DEVIL sambil memandang device ditangan kirinya.

“TEPAT SEKALI” Balas DEVIL datar.

“Tapi... Bukankah kau tidak boleh memakai IS tanpa seizin guru?” Tanya Charlotte pada Shinji dengan agak ragu.

“Heh, siapa yang peduli dengan peraturan bila nyawa seseorang dalam bahaya, Cha-chan?” Jawab balik Shinji dengan serius.

“Ehh?” Bingung Charlotte dan Ichika bersama bercampur kagum.

“Aku tidak peduli dengan peraturan atau nyawaku sendiri, asalkan aku bisa membuat orang lain bahagia, AKU RELA MELAKUKAN APAPUN!” Shinji langsung menyerukan diri.

Shinji mengepalkan tinju ditangan kirinya dan langsung membuat posisi tangan menyilang lalu menekan tombol touchscreen bertulisan ‘Called IS’.

“Keluarlah! Red Dragon!” Teriak Shinji memanggil IS nya.

Tubuh Shinji langsung dikelilingi dengan cahaya berwarna merah membentuk armor IS disekujur tubuhnya hingga terpasang sempurna.

“D, apa IS ini memiliki senjata?” Tanya Shinji langsung kepada DEVIL dari IS nya.

“SILAHKAN DIPILIH!” Dari layar hologram didepan mata Shinji muncul 3 buah senjata, yang satu adalah 2 buah pedang berwarna hitam, ditengahnya ada senjata sejenis assault rifle, dan dibawahnya ada senjata yang Shinji tidak begitu kenal apa itu.

“Berikan aku pedang!” Perintah Shinji kepada DEVIL setelah melihat senjatanya.

“BAIK” Balas DEVIL datar.

Dari kedua sisi sayap IS Shinji keluar gangang pedang dan langsung diambil Shinji segera membentuk pedang.

“Semuanya mundur!” Sambil memainkan kedua pedangnya dengan memutar-mutarnya Shinji menyuruh orang-orang yang didekatnya untuk menghindar.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda