Minggu, 19 Juli 2015

Fanfic IS
Chapter 4 Part 9
Dilain tempat teknisi mesin sedang menyentuh IS Charlotte didepannya, seraya ingin membicarakan sesuatu.

“Kumohon, pinjamkan aku kekuatanmu!” Bisik teknisi mesin dari dalam hati. Konseterasinya terganggu saat mendengar suara Alicia terkena serangan.

“Kumohon! Pinjamkan aku kekuatanmu! Aku ingin menyelamatkan dia!” Teriak teknisi mesin itu dari dalam hatinya lagi. Teknisi mesin langsung membayangkan Alicia sedang terjatuh saat melawan Unmanned IS itu.

“Dulu, aku sudah kalah olehmu karena kelemahanku saat itu. Dan karena itulah, aku berada disini untuk berusaha menjadi lebih kuat lagi, walaupun itu sangat mustahil bagiku!” Teriak teknisi mesin itu didalam hatinya sambil membayangkan masa lalunya lagi.

Tanpa disadari oleh teknisi mesin Alicia sudah terjatuh pingsan terkena serangan Unmanned IS.

“Tapi sekarang, aku ada seseorang yang ingin kujaga dan kulindungi, karena itulah, pinjamkan aku kekuatanmu! Untuk menyelamatkan dia!” Teriak teknisi mesin lagi dari dalam hatinya seraya menyerukan suaranya.

Tiba-tiba IS Charlotte langsung bersinar, menandakan IS itu menerimanya.

“Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi kurasa kau bisa menerimaku” Bingung teknisi mesin melihat cahaya tadi seraya memahaminya.

Teknisi mesin itu langsung memasangkan IS Charlotte kebadannya dan ternyata bisa terpasang.

“Bisa!” Kaget teknisi mesin itu bisa memakai IS sambil mengecek pergerakan tangannya.

“Baiklah!” Teknisi mesin itu langsung lepas landas dari hangar menuju lapangan.

Sementara Shinji yang masih menghancurkan dinding besi penghalangnya berhasil dihancurkan tepat setelah teknisi mesin tadi lepas landas.

“Heh... Akhirnya” Hela nafas Shinji agak kecapekan karena terus menebas pedangnya.

“Eh... Siapa itu?” Kaget Ichika melihat seseorang menaiki IS Charlotte.

Topi dari sang teknisi mesin langsung terlepas karena hempasan angin saat terbang, terlihat rambut hitam terkesan rapi dan mata berwarna cokelat kehitaman nampak dari wajah teknisi mesin itu.

“EHH! TIDAK MUNGKIN! DIA BISA MENAIKI IS JUGA?!” Kaget Shinji melihat teknisi mesin itu terbang dengan IS Charlotte.

“Laki-laki ketiga!” Kaget Chifuyu-sensei dan Yamada-sensei melihat teknisi mesin itu dari ruang operatornya.

“UWAAAAH!!!” Teriak teknisi mesin itu bersiap menyerang Unmanned IS yang juga bersiap menyerang Alicia yang tengah pingsan.

Dikeluarkannya senjata Sniper Rifle dari IS nya dan langsung menembaknya dari kejauhan, Unmanned IS itu langsung menoleh perhatian nya pada teknisi mesin yang menembaknya tadi.

“Akulah lawanmu!” Tantang teknisi mesin kepada Unmanned IS sambil terbang dengan cepat mendekatinya. Teknisi mesin itu menyerang Unmanned IS dengan tinju tangan kirinya dan menusuknya dengan senjata pilebunker yang tersembunyi ditangan kirinya, dilanjutkan dengan retetan tembakan dari sub-machine gun ditangan kanan nya hingga hancur meledak. Setelah mengalahkannya teknisi mesin itu langsung menggendong Alicia dan memanggil Shinji.

“Hei, kau yang pakai IS merah!” Panggil teknisi mesin kepada Shinji lewat virtual contact.

“Ehh... Apa?” Tanya Shinji langsung.

“Aku yang akan mengurus semua korban nya, selagi aku menolongnya kau urus semua IS itu!” Perintah teknisi mesin itu pada Shinji seraya mempercayakannya.

“Ya! Baiklah!” Shinji langsung menuruti perintahnya dan terbang menghadang ke-tiga Unmanned IS lainnya.

“Lawan kalian selanjutnya adalah aku!” Tantang Shinji pada Unmanned IS itu.

Teknisi mesin langsung menggendong Alicia dan pilot IS lain nya yang juga pingsan ketempat Shinji membuat lubang keluar tadi.

“Tolong jaga mereka” Teknisi mesin itu membaringkan mereka berdua seraya memohon.

“Iya” Ichika yang kebetulan ada disitu langsung menurutinya. Teknisi mesin itu kembali terbang menghadapi Unmanned IS itu.

Sementara itu Shinji terus menghindar serangan missile dan menyerang balik dengan senjata assault rifle melawan Unmanned IS.

“Heh, itu saja kebolehan kalian?” Remeh Shinji pada Unmanned IS. Teknisi mesin langsung membantu Shinji dengan menembakan Shotgun kesalah satu Unmanned IS didepan nya.

“D! Boleh aku Tanya sesuatu?” Ditengah situasi genting melawan Unmanned IS Shinji bertanya pada DEVIL dengan panik.

“APA ITU? CEPATLAH. MUSUH MASIH BANYAK YANG HARUS DIHADAPI!” Tanya balik DEVIL.

“Apa itu kepanjangan dari F.B.L?” Tanya Shinji lagi melihat senjata ke-tiga nya.

“ITU SINGKATAN DARI FLAMER, BLASTER DAN LASER” Jawab DEVIL datar.

“F.B.L ya? Kedengaran nya menarik!” Shinji langsung mengganti senjata assault rifle dengan twin F.B.L dikedua bawah tangannya.

“Terima ini!” Shinji langsung menembakan partikel laser kearah kedua Unmanned IS didekatnya, tapi berhasil dihindari oleh mereka.

“Eh? Apa?” Kaget Shinji tembakan nya berhasil dihindari.

“Gunakan lock-on target system dari IS mu itu saat menembak!” Teknisi mesin mendekati Shinji sambil memberi saran.

“Aku tahu!” Balas Shinji pada teknisi mesin.

“Disampingmu!” Teknisi mesin langsung memperingatkan Shinji untuk menghindar dari tembakan laser dari Unmanned IS yang diserang Shinji sebelumnya, beruntung Shinji mendengarkan nya dan berhasil menghindar.

“Huh, nyaris saja” Lega Shinji berhasil menghindar.

“Jangan santai saja melawan mereka, hadapi dengan serius!” Teknisi mesin itu memarahi Shinji yang terkesan main-main melawan Unmanned IS itu.

“Siapa kau ini memangnya? Ibuku ya?” Balas Shinji jengkel.

“Tidak usah peduli siapa aku, yang penting utamakan keselamatan semua orang disini!” Teknisi mesin membalas balik seraya tidak mempedulikan kejengkelan Shinji.

“Iya! Aku mengerti!” Angguk Shinji paham yang masih jengkel dengannya.

Shinji langsung mengganti senjata F.B.L nya dengan twin blades dan terbang mendekati salah satu Unmanned IS. Tepat sebelum Unmanned IS itu menyadari keberadaan Shinji ia menggabungkan kedua twin blades nya menjadi satu pedang besar.

“Terima ini!” Shinji langsung membelah Unmanned IS itu menjadi 2 hingga hancur meledak.

Disatu sisi teknisi mesin dengan tenang terbang dilangit menghindar 2 serangan hujan laser dari kedua Unmanned IS yang dihadapinya.

“Terima ini!” Teknisi mesin langsung membalas serangan kedua Unmanned IS tadi dengan senjata Shotgun ditangan kirinya dan Assault Rifle ditangan kanan nya.

“D, apa serangan special dari IS ini?” Tanya Shinji kepada DEVIL setelah mengalahkan lawan sebelumnya.

“KAU BISA GUNAKAN KEKUATAN INI” Jawab DEVIL.

“Kekuatan apa?” Tanya Shinji penasaran.

“PERTAMA, GABUNGKAN TWIN F.B.L MU DENGAN TWIN BLADES” DEVIL menginstruksikan dengan datar. Shinji mengeluarkan senjata Twin F.B.L dan twin blades nya secara bersamaan, tiba-tiba kedua senjata itu bergabung dengan sendirinya membentuk senjata baru.

“Ehh? Apa ini?” Kaget Shinji melihat senjata gabungan nya.

“SENJATA TERKUATMU, ‘DRAGONBREATH’ RAILGUN” Devil menjelaskan dengan datar.

“SERTA, SUPER-TECH SOLDIER ABILITY” Lanjut DEVIL menjelaskan.

“Apa itu tadi... Super a-ba-ba-liti soliter?” Tanya Shinji tidak mendengar dengan jelas suara DEVIL tadi.

“SUPER-TECH SOLDIER ABILITY. INI ADALAH TEKNOLOGI BUATAN AYAHMU DENGAN MENINGKATKAN KEKUATAN DAYA TEMPUR IS MENJADI 10 KALI LIPAT DARI DAYA TEMPUR NORMAL” DEVIL menjelaskan lagi.

“Keren! Tapi kenapa kau tidak bilang dari tadi?” Shinji kagum bercampur jengkel karena baru tahu.

“KARENA... KEMAMPUAN INI SANGAT BERESIKO BAGI PILOT IS ITU SENDIRI. KEMAMPUAN INI MEMAKSA MENGELUARKAN SELURUH KEKUATAN BAIK DARI IS ITU SENDIRI DAN PILOTNYA” Jawab jelas DEVIL.

“Dengan kata lain, menguras tenaga ya?” Tanya Shinji lagi seraya mulai paham.

“TEPAT SEKALI” Jawab DEVIL singkat.

“Baiklah, kalau cuma sekali pakai tidak masalahkan?” Shinji langsung mengunci target musuhnya dengan senjata Railgun nya.

“Oi kamu! Menyingkir dari tembakanku!” Shinji memperingatkan teknisi mesin yang masih bertarung dengan kedua Unmanned IS untuk menghindar. Melihat Shinji yang memegang Railgun teknisi mesin itu jadi paham apa maksudnya dan terbang mundur.

“[TARGET ANNIHILATED]” DEVIL mengaktifkan salah satu super-tech soldier ability tepat sebelum Shinji menembakan Railgun nya.

“Apa ini? Tiba-tiba, rasanya genggaman senjataku jadi mantab dan aku semakin yakin untuk menyerangnya!” Kagum Shinji melihat targetnya melalui lock-on target optical lense.

Shinji langsung menembakan Railgun nya tepat kearah 2 Unmanned IS yang sedang berjejer tadi, meninggalkan bekas lubang rel dari tembakannya dan menghancurkan Unmanned IS itu hingga berkeping-keping hingga membuat lubang besar menembus dinding stadion.

“H-Hebat...” Kaget Shinji melihat bekas tembakannya.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda