Fanfic IS chapter 1 part 4
Pagi besoknya, sesuatu yang berjalan seperti biasanya berubah menjadi aneh ketika beberapa siswi melihat tenda yang didirikan ditengah jalan ditambah lagi dengan jemuran pakaian dan barang-barang disamping tenda itu. Tak lama setelah itu dari tenda itu keluar Shinji yang masih agak mengantuk dengan memakai celana dalam saja keluar dari tenda sambil memegang jam weker yang sepertinya rusak.
“Ahh, pantas alarm nya gak berbunyi” Gumam Shinji sendirian sampai akhirnya dia tersadar ditontoni oleh banyak perempuan dengan mengenakan celana dalam.
“Ada yang bisa kubantu?” Jawab Shinji dengan santainya tanpa memperhatikan sekelilingnya para perempuan itu yang sebagian menutupi matanya dengan malu-malu dan ada juga yang berbisik-bisik seakan berpikir ada orang gila yang tersesat di sekolah mereka.
“Siapa dia ini?” bisik salah satu murid kepada teman nya.
“Murid barukah?” Jawab salah seorang siswi lain nya yang masih penasaran.
“Tapi kenapa dia tidur disini?” Heran salah satu murid disana lagi.
Sampai akhirnya Fang Lin Yin datang menyerobot karena penasaran ada apa disana. “Permisi-permisi aku mau lewat!”
Setelah meilhat Shinji yang hanya memakai celana dalam Lin Yin pun kontan langsung berteriak dengan muka merah sambil menutupi matanya dengan tangan nya. “HUAH!!! ADA ORANG MESUM!!!”
Merasa tidak terima dikatai seperti itu dengan kesal Shinji membalasnya. “Mesum dari mananya, hah?” Sambil menunjuk Lin Yin seakan siap untuk berdebat dengan nya.
“Kau tidak sadar sedang pakai apa? Dasar orang mesum!” Protes Lin Yin.
“Kalau cuma celana dalam itu tidak masalah! Kecuali kalau aku telanjang bulat baru itu bisa dibilang mesum!” Shinji membalas pembantahan Lin Yin.
“Biar Cuma pakai celana dalam tapi tetap saja itu pelecehan seksual!” Balas Lin Yin lagi.
“Kau bisa sebut itu pelecehan seksual kalau kau tidur dimalam hari dengan laki-laki!” Shinji kembali membalas.
Sampai akhirnya Ichika bersama dengan Houki yang kebetulan lewat saat itu melihat keramaian disana dan mendatangi tempat itu.
“Ada apa ini?” Sambil menyerobot Ichika bertanya pada salah satu murid yang melihat.
“Fang Lin Yin sedang berkelahi dengan orang aneh disana!” Jawab siswi yang ditanyai Ichika. Merasa sepertinya Ichika mengenali siapa orang aneh yang dimaksud dia mempercepat pergerakan nya dan melihat Lin Yin dan Shinji sedang beradu mulut.
“Sedang apa kalian?” Tanya Ichika dengan heran di ikuti dengan Houki yang datang menyusul.
“Kau kenal dia?” Tanya Lin Yin pada Ichika.
“Baru kemarin sore” Shinji menjawab pertanyaan Lin Yin.
“Aku tidak tanya kamu!” Lin Yin yang masih kesal dengan Shinji kembali memarahinya.
“Tapi memang benar kok!” Shinji membalas balik.
“Tunggu dulu, sepertinya aku pernah melihat orang itu sebelum hari ini” Houki mulai mencurigai muka Shinji yang sepertinya pernah ia lihat.
“Ehh, kau pernah bertemu dengan nya?” Tanya Ichika pada Houki.
“AH! Kau gadis kendo waktu itu ya?!” Shinji mulai ingat pertemuan nya pertama kali dengan Houki hari itu saat liburan musim dingin nya.
Flashback
“Kenapa buah pohon kesemek itu semakin sedikit?” Houki heran melihat pohon kesemek disamping dojo kendo nya yang tadinya banyak menjadi sedikit.
Setelah beberapa saat Houki melihat ada orang yang sedang melompat mengambil buah kesemek itu, yang ternyata adalah Shinji Sanada.
“Kurang ajar!” Dengan kesal Houki mengambil boken nya dan keluar menemui maling itu.
“Hei kamu!” Houki membentak Shinji yang sambil makan buah kesemek itu terkejut.
“Wah gawat!” Sambil mengunyah buah kesemek dan membawa buah curian nya Shinji kabur.
“Kembalikan buah itu!” Houki mulai memarahi Shinji.
“Maaf tapi aku lagi kelaparan, setidaknya ini cukup untuk makanan ku sampai besok pagi! Aku tidak akan melupakan kebaikanmu!” Dengan cepat Shinji pamit dan kabur dengan cepat dari kejaran Houki.
“Sial” Kesal Houki sambil kelelahan karena berlari.
Return
“Begitulah” Houki mengakhiri ceritanya.
“Entah kenapa aku jadi mulai tertarik dengan cerita petualangan nya?” Ichika mempertanyakan dirinya sendiri.
“Ahh, lupakanlah hari itu, cuma buah kesemek saja masih dipermasalahkan” Dengan santai Shinji menutupi topik pembicaraan maling buah itu. “Karena kebetulan kamu ada disini ada yang ingin kutanyakan padamu” Shinji mengalihkan pembicaraan nya pada Ichika.
“Ada apa?” Tanya Ichika balik.
“Menurutmu apa orang yang hanya memakai celana dalam itu orang mesum?” Shinji bertanya pada Ichika.
“Tentu saja iya kan?!” Lin Yin memotong jawaban Ichika langsung.
“Aku tidak minta jawabanmu!” Kesal Shinji.
“Terserah aku!” Lin Yin mengejek Shinji sambil mejulurkan lidah mengejek.
“Y-Yah, kalau menurutku sih itu tidak terlalu memalukan atau mesum” Jawab Ichika.
“AHA! Kau dengar itu!” Shinji berteriak seakan sudah menjadi pemenangnya.
“Itukan pendapat dia!” Seakan Lin Yin masih tidak setuju dengan jawaban Ichika.
“Kalau Houki sendiri bagaimana?” Lin Yin menanyai Houki langsung.
“Menurutku tidak ada sesuatu yang porno dari itu” Jawab Houki santai.
“HAHA! 2-0 !” Tertawa senang Shinji melihat kedudukan suara pendukungnya.
“Sial...” Kesal Lin Yin karena kalah suara.
“Apa perlu kita mengadakan pemungutan suara siapa yang benar heh?” Tantang Shinji dengan yakin. Tepat setelah Shinji mengatakan itu bel masuk kelas telah berbunyi.
“Kita lanjutkan lagi saat jam pulang nanti!” Lin Yin seraya masih ingin bertempur dengan Shinji.
“Maaf tapi pada saat itu aku sudah pergi” Jawab Shinji sambil mengambil jemuran baju nya.
“Kenapa? Kau takut kalah? Karena itu kau mau melarikan diri?” Ejek Lin Yin lagi.
“Meeh, bukan nya karena aku pengecut gadis twintail, tapi aku ingin melanjutkan perjalanan ku. Lagipula aku sudah menang kok” Shinji menjawab dengan alasan nya tersendiri sambil memanggil Lin Yin dengan sebutan ‘gadis twintail’. “Dan sepertinya kau tidak memiliki masalah lagi dengan laki-laki yang memakai celana dalam” Tambah Shinji lagi sambil menyadarkan Lin Yin yang terus memandanginya.
“Ehh? B-Bodoh! Tentu saja masih!” Dengan muka merah Lin Yin langsung pergi meninggalkan tempat itu menuju ke kelasnya.
“Hah, dasar gadis cerewet” Shinji menghela nafas sehabis perang mulut dengan nya.
“Yah, dia kadang memang seperti itu” Ichika menambahkan.
“Kau tidak masuk ke kelas?” Shinji menyadarkan Ichika yang masih berdiri disitu.
“Ah iya! Sial, Houki tidak bilang-bilang sudah pergi!” Ichika berlari menyusuri jalan menuju kelas nya.
“Heh, setidaknya aku ada hiburan pagi sebelum pergi” Sambil bergumam sendiri Shinji masuk kembali ketendanya buat ganti baju.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda